Kementan Dorong BUMDes beli jagung dari petani

telusur.co.id- Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk meningkatkan produktivitas Jagung untuk pakan ternak ayam.

Menurut dia, yang dilakukan Kementan ialah melakukan pembukaan lahan baru diberbagai daerah, memberikan bibit unggul kepada para petani dan juga mendorong Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk berperan lebih aktif dalam hal menyerap Jagung.

“Kami menjembatani dan mendorong Kepala Daerah sentra ternak layer untuk melakukan kerjasama dengan kepala daerah sentra penghasil Jagung,” kata Ali dalam sebuah diskusi bertajuk ‘bertajuk “Mencari Solusi Ditengah Melambungnya Harga Pakan Ternak Ayam’ digelar oleh Jalan Media Communication (JMC) di Kawasan Matraman, Jakarta, Kamis (29/11/18).

Ali melanjutkan, Kementan juga mendorong Lintas Kementerian, BUMN serta Satgas Pangan Polri untuk bahu membahu mengatasi kesulitan para petani jagung.

“Kita mendorong Kemendesa PDTT khususnya BUMDesa untuk ikut menyerap hasil petani jagung untuk kemudian dijual ke para Peternak Layer,” paparnya.

“Kita juga mohon bantuan kepada satgas pangan agar terus melakukan monitoring agar tidak dimainkan spekulan dan mendorong satgas untuk melakukan stabilitas harga pakan,” sambungnya.

Terkait kondisi harga jagung yang terus mengalami kenaikan, menurut Ali, hal itu disebabkan ketersediaan pasokan Jagung yang menurun. Kementan memastikan akan membantu beban para peternak ayam layer.

“Kondisi harga Jagung saat ini sedang tinggi dan faktanya berpengaruh ke harga jagung. Nanti akan kami sampaikan (Impor 100 Ribu Ton akan disampaikan Ke atasan; Menteri atau dirjen),” katanya.

Ditegaskannya, soal Impor 100 ribu Ton sejatinya sudah di izinkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kemenko Perekonomian. Meski demikian, dia berharap agar Impor tersebut hanya diperuntukan untuk mengendalikan harga telur.

“Itu (impor) untuk stabilisasi kita (agar harga telur bisa terjaga), agar harga jagung turun,” katanya.

Ditempat yang sama, Kasatgas Pangan Bidang koordinasi dan Solusi, Kombes Pol Krisnandi memastikan, pihaknya bakal mendukung stabilitas harga pangan melalui pengawalan jalur distribusi bagi bahan pokok guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan, kebocoran.

“Kita sudah dan terus melakukan upaya pengawasan secara terus menerus pada distribusi jagung dan bahan pokok lainnya, jajaran dari tingkat polsek juga akan terus melaporkannya secara berjenjang,” katanya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Center of Public Policy Studies Institut Stiami Jakarta, Bambang Istianto menilai bahwa kelangkaan pasokan jagung dipasaran salah satunya dikarenakan masih kuatnya sistem Ijon (Beli Jagung saat belum panen) yang mengakar di pertanian. Untuk itu dia meminta kepada pemerintah untuk mengendalikannya.

“Pemerintah harus mengidentifikasi daerah penghasil jagung, apa persoalan yang dihadapi petani dan memberikan solusinya,” katanya.

“Sistem ijon ini muncul terus dan ini harus di kendalikan dan dibersihkan, peran Bulog seharusnya dimaksimalkan dalam mengendalikan dan membersihkannya, ini kan tugas pemerintah dalam menjadikan good public,” imbuhnya.

Saat disinggung, apakah gejolak harga telur dan jagung bisa menggerus elektabilitas calon petahana, Joko Widodo pada Pilpres 2019 nanti.

“Kalau jagung bergerak liar tentu akan menggangu elektabilitas Jokowi, tapi mudah-mudahan tidak ya, kan Kementan dan Bulog bisa meredamnya, saya yakin mereka mampu,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :