Politisi Partai Berkarya Titiek Soeharto/foto:tio/telusur.co.id

telusur.co.id- Putri presiden ke-2 RI, HM. Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto mengaku bersyukur karena pekerja migran asal Banyumas, Jawa Tengah, Shinta Danuar yang terbaring lumpuh di Rumah Sakit H-ping Yen, Hsinchu City, Taiwan, akhirnya bisa pulang ke Indonesia.

Titiek mendoakan Shinta yang saat ini dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati segera diberi kesembuhan.

“Mudah2an disini bisa ditangani lebih baik sehingga dia bisa sehat kembali. Karena selama disana keadaannya cukup memprhatinkanlah,” kata Titiek di Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Kamis (29/11/18) malam.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya ini mengimbau pemerintah Indonesia untuk peduli terhadap para Pahlawan Devisa Negara yang tengah bermasalah. Titiek menilai, alasan Warga Negara Indonesia (WNI) tidak bekerja di keluar negeri, karena minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan di Tanah Air.

“TKI ini kan pahlawan devisa. Mereka kerja ke luar negeri, karena disini tidak dapat pekerjaan. Dan disana dapat pekerjaan yang lebih baik dan mereka bisa mengirim pendapatannya kesini. Dan, itu saya rasa harus dihargai oleh pemerintah ya,” tegas Titiek.

“Jadi, kalau mereka menghadapi masalah-masalah ya tolong ini lebih diperhatikan. Toh dari sekian ribu TKI, paling ada 5 orang yang bermasalah. Apa susahnya sih menangani 5 orang yang bermasalah ini?” tambahnya.

Tak hanya Shinta, lanjut Titiek, berdasarkan informasi diterimanya masih banyak pekerja migran yang bermasalah di Taiwan.

“Katanya ada sih di taiwan yang masih berada di dalam penjara. Ada juga yang masih sakit lagi. Jadi, yang seperti ini coba lebih diperhatikan lagi lah oleh pemerintah,” tandasnya.

 Diketahui, Shinta Danuar merupakan pekerja migran asal Banyumas, Jawa Tengah yang bekerja di Taiwan sejak 13 Maret 2014 sebagai caregiver (penjaga orang sakit).

 Namun, sejak 31 Desember 2014, Shinta mengalami kelumpuhan  diakibatkan oleh virus di sistem saraf tulang belakang.

 Sekitar 4 tahun lamanya, ia terbaring lumpuh di Rumah Sakit H-ping Yen, Hsinchu City, Taiwan.

 Shinta tiba ke Indonesia sekitar pukul 13.20 WIB siang, Saat ini Shinta dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.[far]

Bagikan Ini :