Rektor Universitas Fatoni Assoc. Prof. Dr. Ismail Lutfi Japakiya. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Rektor Universitas Fatoni Assoc. Ismail Lutfi Japakiya menilai Indonesia sebagai contoh negara besar yang berhasil mempersatukan beribu-ribu pulau, etnik, suku dan bahasa. Menurutnya, tidak ada negara di dunia seperti Indonesia dalam hal keberhasilan menyatukan bangsanya.

“Indonesia adalah negara besar dan saya selalu kagum ketika mengunjungi Indonesia,” kata Ismail Luthfi saat menerima kunjungan 75 peserta Student Mobility Program (SMP) Kementerian Agama di kampusnya, Pattani, dilansir dari Kemenag, Jumat (30/11/18).

Luthfi mengatakan, akademisi di Thailand perlu melakukan riset serius terkait rahasia tokoh Indonesia mampu mempersatukan bangsanya yang mayoritas beragama Islam. “Kami di Thailand ini masih berjuang agar Islam mampu dipahami dan dianut oleh bangsa kami,” kata Ketua Majelis Agama-Agama di Thailand ini.

Di hadapan rombongan SMP Kementerian Agama, Luthfi mengaku selama ini mengajak orang untuk memahami Islam dengan cara-cara damai (peace), hikmah, lemah lembut. “Dengan cara ini, mulai banyak masyarakat di Thailand yang masuk Islam. Dari tahun ke tahun jumlahnya bertambah,” katanya.

Luthfi berterima kasih atas kunjungan civitas akademika PTKIN. Dia menilai, kunjungan seperti ini penting untuk merekatkan persaudaraan dan jalinan kerjasama, terutama untuk menyiapkan para pemuda di masa depan.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Syafriansyah atas nama Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam menyampaikan apresiasi kepada civtas akademika Universitas Fatoni Thailand yang selama ini telah bekerjasama dengan sejumlah PTKIN di Indonesia. Syafri berharap mahasiswa mampu mengambil banyak pelajaran (lesson learn) atas perjuangan Universitas Fatoni dalam mengembangkan perguruan tinggi di Thailand.

“Kita bisa belajar dari kampus ini bagaimana berjuang di tengah-tengah kompleksitas persoalan umat, dan universitas ini berhasil eksis sampai sekarang,” tegas Syafriansyah.

Program Student Mobility Program berlangsung dari 25 November – 1 Desember 2018. Kegiatan ini diikuti Ketua DEMA, SEMA dan Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia. SMP juga dilakukan ke Pendidikan Tinggi Al-Zuhri Singapura, Universitas Kebangsaan Malayasi, dan Universitas Selangor Malaysia.[tp]

Bagikan Ini :