Anak-anak korban kelaparan di Yaman./rt.com

telusur.co.id – Organisasi non-pemerintah internasional, Save the Children Fund mengabarkan kemungkinan tewasnya 85 ribu anak Yaman sejak dimulainya agresi militer Arab Saudi ke negara ini sampai sekarang.

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan PBB, kelompok itu mendapati bahwa antara April 2015 dan Oktober 2018, sebanyak 84.701 anak berusia di bawah lima tahun meninggal dunia. Kondisi tragis ini akibat kasus gizi buruk sangat akut dan kelaparan.

PBB telah memperingatkan, bahwa sebanyak 15 juta orang terancam kelaparan. Kelaparan di Yaman telah meningkat dramatis sejak koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memberlakukan blokade Yaman sejak lebih dari setahun lalu.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (22/11/18) sejak blokade tersebut, impor barang komersial melalui pelabuhan utama Yaman di Al-Hudaydah telah merosot. Dilaporkan, kemorosotan tersebut mencapai lebih dari 55.000 metrik ton per bulan.

BACA JUGA :  Konvoi Militer Yaman Diserang Al-Qaida, 11 Prajurit Tewas

“Setiap kemerosotan impor diduga akan dapat secara langsung mengakibatkan kelaparan,” ujar Save the Children Fund.

Direktur Save the Children Fund di Yaman Tamer Kirolos mengatakan, bahwa organisasi tersebut terkejut dengan jumlah anak yang mungkin telah meninggal akibat kelaparan parah.

“Untuk setiap anak yang meninggal akibat bom dan peluru, itu sepenuhnya bisa dicegah. Namun anak-anak yang meninggal dengan cara ini (gizi buruk dan kelaparan hingga meninggal) sangat menderita sebab fungsi organ penting mereka melambat dan akhirnya berhenti,” tambahnya.

Lantaran kelaparan, kata dia, sistem kekebalan tubuh mereka sangat lemah, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi dan sebagian bahkan sangat lemah sehingga tidak bisa menangis.

BACA JUGA :  PBB Desak Semua Pihak di Yaman Agar Maju ke Meja Perundingan

“Orangtua harus menyaksikan anak-anak mereka tidak bisa diselamatkan, para orang tua tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya dengan lirih.

Dalam pernyataannya Save the Children Fund menuliskan, Perang, blokade, dan birokrasi di Al-Hudaydah telah memaksa kelompok itu membawa pasokan penting untuk bagian utara negeri tersebut. Kelompok ini terpaksa memasok makanan melalui Kota Pelabuhan Aden di Yaman Selatan. Berdasarkan catatan, Yaman adalah krisis kemanusiaan paling buruk di dunia.

Data PBB, saat konflik memasuki tahun keempatnya, sebanyak 14 juta orang di Yaman, atau separuh dari jumlah penduduk negeri ini, menghadapi bencana kelaparan. [Far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini