Net

telusur.co.id – Ketua Steering Committee (SC) Reuni Akbar Mujahid 212 Muhammad Al Khaththath mengimbau, masyarakat tidak perlu takut datang ke Monas untuk mengikuti Reuni Mujahid 212, meskipun mendapatkan ancaman-ancaman.

“Kita berkumpul peringati persatuan umat pada 212 tahun 2016. Ini adalah nikmat Allah 2 tahun lalu yang efeknya bisa kita rasakan,” kata Al Khaththath dalam Konferensi Pers di Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Jakarta Pusat, Rabu (28/11/18).

Dia mengungkapkan, efek gerakan 212 bisa dilihat di berbagai masjid dan mushollah perkantoran, jamaah yang mengikuti sholat baik Dhuhur, Ashar dan Isya berlipat-lipat. “Itu adalah efek 212,” terangnya.

BACA JUGA :  Jika Hadir, Jokowi Bisa Jadi Tokoh Utama di Reuni Akbar Mujahid 212

Dia juga menegaskan, ummat Islam tak perlu ambil pusing jika ada yang berusaha mengecilkan 212 sebatas cuma urusan Ahok. “Itu bukan cuma urusan Ahok saja,” tambahnya.

Yang paling penting dalam Reuni Akbar Mujahid 212, kata dia, adalah selebrasi bendera Tauhid untuk seindah mungkin dan sebagus mungkin melalui siaran langsung.

“Selebrasi bendera Tauhid ini, Insya Allah menginspirasi,” kata Al Khaththath.

Menurutnya, pembakaran bendera tauhid baik itu disengaja maupun tidak, justru membesarkan kalimat tauhid. Dan pada Reuni Mujahid 212 itu, bisa dilihat berapa bendera Tauhid yang akan berkibar dan akan menginspirasi dunia.

BACA JUGA :  Supaya Tak Ditunggangi Ide Khilafah, Cak Imin Sarankan Jokowi Hadir di Reuni Akbar 212

“Tidak perlu ada yang merasa khawatir dengan berkibarnya bendera Tauhid nanti. Kita tetap semangat, dengan Tauhid menuju kejayaan NKRI,” pungkas Al Khaththath. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini