telusur.co.id – Langkah Kementerian Agama meluncurkan kartu nikah pengganti buku nikah belum diketahui Komisi VIII DPR RI.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII, Sodik Mudjahid sepada telusur.co.id, Senin (12/11/18).

“Belum sama sekali,” ucap dia saat diminta konfirmasi prihal tersebut.

Seharusnya menurut dia, pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dulu sebelum memberlakukan. Hal itu agar tidak terjadi kesalah pahaman.

“Nanti kita tanyakan, karena yang harus dijaga adalah jangan merendahkan pernikahan,” jelas dia.

Meski Kemenag belum mengabarkan, dirinya melihat program tersebut sebagai bentuk langkah baik, sehingga bukan tidak mungkin Komisi VIII sebagai mitra kerja Kemanag bakal mendukung program tersebut.

BACA JUGA :  Antisipasi Musibah Alam, Rektor UIN Suska Imbau Masyarakat Kelola Lingkungan dengan Baik

“Untuk pemegang buku lama diberikan pilihan, mau tetap atau mau ganti Kalau mau ganti permudah lebih mudah dari pada buat SIM,” ucapnya

Diketahui, Kemenag berencana mengubah tanda bukti pernikahan. Jika biasanya berbentuk buku, kali ini berbentuk kartu.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, kartu nikah akan dibuat sebesar kartu ATM ataupun kartu tanda penduduk (KTP). Sehingga, lebih mudah dibawa dan masuk ke saku.

Peluncuran kartu nikah sejatinya sudah berjalan seiring dengan SIMKAH yang kini sudah bisa diunduh melalui www.simkah.kemenag.go.id. Kemenag menargetkan, akan ada 1 juta kartu nikah yang diproduksi pada 2018 ini.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini