telusur.co.id – Seorang warga bernama Bonny Syahrizal melaporkan Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin ke Bawaslu RI. Bonny yang didampingi Advokat Senopati 08 melaporkan Ma’ruf terkait pernyataannya yang menyebut “budek dan buta” saat deklarasi relawan Barisan Nusantara di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/18) lalu.

“Sangatlah disayangkan seorang Cawapres yang juga seorang Ulama dalam membuat pernyataan namun dengan tidak menjaga lisannya. Bahkan patut diduga telah melakukan penghinaan terhadap para penyandang disabilitas, dengan menjadikannya sebagai bahan pembanding dan/atau bahan ejekan di dalam narasi politiknya,” kata Bonny di kantor Bawaslu RI, Rabu (14/11/18).

BACA JUGA :  Bawaslu: Kampanye Negatif Bisa Saja Menyelipkan Kampanye Hitam

Bonny menilai, Ma’ruf telah melanggar Pasal 280 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

Selain itu, Bonny juga menduga bahwa ucapan Ma’ruf tersebut merupakan bentuk penghasutan terhadap perseorangan atau masyarakat serta telah mengganggu ketertiban umum.

Dalam laporannya, Bonny menyerahkan sejumlah bukti berupa tiga lembar cetakan berita dari media, salinan Undang-Undang Pemilu, serta laporan tertulis.

Selain itu, kata Bonny, pihaknya juga telah menyertakan video berupa pernyataan dari salah seorang penyandang disabilitas yang mangaku kecewa atas ucapan Ma’ruf tersebut.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini