Wakapolda Kalsel,Brigjen Polisi Drs.Aneka Pristafuddin (kiri) dan Direktur Reskrimsus Polda Kalse; Rizal Irawan SH, SIK,MH memperlihatkan barang bukti dugaan korupsi pembangunan jembatan Mandastama, Baritp Kuala, Kalsel/Achmad Juhriansyah

telusur.co.id-Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menetapkan R-A Direktur PT. CBA, pemenang tender pembuatan sebuah jembatan yang berada di kawasan Desa Tanipah Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi.

Penyampaian status tersangka ini, disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Polda Kalimantan Selatan, Brigjen Polisi Drs. Aneka Pristafuddin, di Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan, kepada awak media, Senin (26/11) sekitar pukul 11.30 wita.

Penetapan status tersangka, atas dugaan korupsi pembuatan jembatan yang mempergunakan dana APBN Perubahan tahun anggaran 2015 dan akhirnya ambruk pada bulan Agustus 2017 yang lalu ini, usai penyidik menemukan beberapa fakta yang menjerat tersangka diantaranya terbukti melakukan pengurangan jumlah volume tiang serta tidak sesuai spesifikasi bangunan lainnya.

BACA JUGA :  Warga Bakumpai Barito Kuala Kalsel Harumkan Indonesia

“Penetapan ini usai pihak petugas melakukan penyelidikan yang panjang termasuk meminta keterangan 32 saksi, dan tenaga ahli dari Universitas Lambung Mangkurat, serta pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, menyatakan kasus yang menimpa R-A ini telah P-21 atau lengkap,” ujar Wakapolda Kalsel Brigjan Polisi Drs. Aneka Pristafuddin, yang didampingi Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Polisi Rizal Irawan, SH., SIK., MH.

Aneka Pristafuddin, terjadinya dugaan korupsi ini berdasarkan atas laporan dan Negara mengalami kerugian sebesar 16 miliar rupiah lebih.

“Dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa tersangka diduga melakukan pengurangan volume pada tiang pancang dan mutu dari pondasi jembatan tepatnya pada pilar 3 sehingga terjadi runtuh pada abudment 1 dan 2, serta pilar 4 dinyatakan tidak aman untuk kondisi ideal layaknya sebuah jembatan,” papar Aneka Pristafuddin.

BACA JUGA :  Warga Bakumpai Barito Kuala Kalsel Harumkan Indonesia

Aneka Pristafuddin menambahkan, setelah kasus ini dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak Kejakasaan Tinggi Kalimantan Selatan pihaknya akan melanjutkannya ke tahap 2.

“Yang pasti kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan yang berujung ambruk ini, akan terus berjalan dan dimungkinkan akan ada tersangka lainnya yang menyusul dengan berkas yang berbeda,” pungkasnya.[Agt].

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini