Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon/Net

telusur.co.id – Delegasi parlemen Indonesia mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Ketua House of Common United Kingdom, Sir Lindsay Hoyle MP.

Delegasi parlemen dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, didampingi oleh Robert Jopy Kardinal (Komisi IV), H.Wilgo Zainar (Komsi XI), Faisal Muharram (Komisi III), dan DCM Duta Besar RI di Inggris, Adam Tugio.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, sebagai ketua delegasi menyampaikan, DPR RI mendukung penuh seluruh agenda kerja sama kedua negara, terutama pada 5 sektor prioritas yang sudah disepakati.

“Sebagai salah satu ekonomi terbesar, dan negara industri pertama di dunia, Inggris merupakan negara yang penting bagi Indonesia. Begitupun bagi Inggris, Indonesia adalah negara yang sangat berpengaruh di kawasan serta memiliki _shared values_ dalam isu-isu global. Inilah yang mendasari komitmen DPR RI dan House of Common of UK untuk meningkatkan hubungan kerja sama antar parlemen,” ungkap Fadli.

BACA JUGA :  Solidkan Kekuatan Di Grass root, Gerindra Kumpulkan Pengurus Daerah

Saat ini, kerja sama kedua negara difokuskan pada lima bidang prioritas. Yaitu perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan hidup, demokrasi, dan dialog lintas agama. Program ini akan dikawal dan dorong agar optimal.

Di samping itu, Fadli juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama di tiga bidang lainnya. Yaitu bidang industri kreatif, pertahanan, dan energi. Dan kedua parlemen menegaskan komitmennya untuk mengawal agenda-agenda tersebut.

Kembali kepada upaya kerja sama, hubungan kedua negara juga dilakukan pada bidang keamanan siber. Inggris dan Indonesia sudah menandatangani MoU on Cyber Security Cooperation pada Agustus 2018 lalu.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Digarap Polisi, Fadli : Ini Bentuk Diskriminasi dan Kriminalisasi

Fadli berpandangan, sebagai salah satu pusat inovasi di bidang cyber security, _best practices_ dari Inggris akan sangat bermanfaat bagi Indonesia. Itu sebabnya, DPR RI sangat menekankan kerja sama di bidang keamanan siber, agar segera ada implementasinya.

Sebelumnya, Inggris juga telah memberikan dukungan pengembangan Indonesian Peace and Security Centre (IPSC ) di Sentul. Seperti pengembangan _language centre_, pelatihan _mine awareness_, pelatihan penanganan _improvised explosive device_, dan validasi training centre sesuai standar United Nations. Kerja sama ini harus terus dilanjutkan, bahkan diperluas.

“Untuk itu, melalui pertemuan ini, kita juga mengundang Inggris untuk mengambil peran lebih dalam kerja sama industri pertahanan dan maritim di Indonesia,” ujarnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini