Hujan

telusur.co.id – Hujan lebat mengguyur wilayah Ibu Kota pada Kamis (22/11/18) siang menjelang sore. Namun, ada yang tak biasa dengan hujan tersebut. Pasalnya, di kawasan Karet hingga Tanah Abang hujan juga disertai dengan butiran es.

Bahkan beredar video di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, hujan di lokasi tersebut juga disertai dengan butiran es.

Novi (32), seorang Warga Dukuh Pinggir,Tanah Abang, mengaku ketakutan dengan fenomena hujan disertai butiran es tersebut. Saat hujan turun, Novi mengaku sedang berada di rumahnya.

“Rumah saya kayak disambitin, bunyinya kencang banget di genteng. Angin juga kencang banget,” kata Novi kepada telusur.co.id, Kamis (22/11/18).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, hujan es yang terjadi di Ibu Kota merupakan fenomena cuaca yang biasa terjadi di berbagai wilayah.

BACA JUGA :  Siang Ini, Jakarta Diperkirakan akan Diguyur Hujan

“Kejadian hujan lebat dan es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba. baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya,” kata Hary dalam keterangan tertulis, Kamis (22/11/2018).

Hary mengungkapkan, indikasi terjadinya hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat. Kata dia, sehari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

“Diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%),” imbuh dia.

BACA JUGA :  BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Banjir Dan Longsor

Selanjutnya, tambah dia, saat pukul 10.00 WIB tumbuh awan putih yang berlapis-lapis atau biasa disebut awan Cumulus, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

“Berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat,” tambah Harry.

Harry menuturkan, intensitas hujannya yang pertama kali turun adalah hujan deras yang berlangsung secara tiba-tiba.

Namun, jika hujan yang turun hanya gerimis, peristiwa hujan es bersama angin kencang diperkirakan tidak terjadi di tempat tersebut. [Far]

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini