telusur.co.id- Dalam rangka memperjuangkan kepentingan umat islam di pemerintah, Alumni 212 disarankan untuk bertransformasi menjadi partai politik. Karena, jika PA 212 hanya menjadi sebuah gerakan moral, tentu akan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik jangka pendek.

Demikian disampaikan oleh akademisi Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian dalam salah sebuah diskusia bertajuk “Reuni Akbar Alumni 212, Melacak Motif, Menimbang Implikasi, Sosial Politik” di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (16/11/18).

“Kalau memang 212 itu punya kekuatan elektoral yang luar biasa yang mampu galang suara cukup besar, kenapa tidak bertransformasi saja dari gerakan sosial menjadi infrastruktur politik,” kata Donny.

BACA JUGA :  Ini Penyebab Partai Islam Kurang Diminati

Dijelaskannya, jika kekuatan gerakan ini menjadi parpol, tentu akan lebih mudah memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat Islam. Dampaknya, kata Donny, aksi-aksi akan berkurang, karena diganti dengan konsolidasi di parlemen.

“Kalau jadi partai lolos thershold masuk parlemen, maka saya pikir demo-demo berkurang, demonstrasi diganti argumentasi, tekanan publik diganti dengan diskusi persuasi,” paparnya.

“Mungkin perjuangannya bisa sama, tapi sekarang lebih elegan dan mengikuti prosedur resmi demokrasi. Patuhi rambu politik formal, karena demo itu kuras energi dan logistik,” sambungnya.

Donny menilai, selama ini kekuatan umat islam hanya dimanfaatkan untuk suara elektoral kelompok tertentu saat Pemilu. Ketika kelompok tersebut berkuasa, kata Donny, suara tersebut ditinggalkan. “Dari pada jadi kontributor elektoral dan pencipta isu dan galang opini hanya bisa dilihat saat pemilu dan dibuang saat berkuasa maka masuk saja parlemen dan menjadi terang benderang. Emang apakah bisa dipastikan ketika kekuatan politik yang didukung berkuasa, maka seluruh aspirasinya yang diusung bisa dipenuhi,” tandasnya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini