Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh, Rina P Soemarno. FOTO: Dok. Kemlu

telusur.co.id- Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Bangladesh menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kerjasama perdagangan antara kedua negara. Bangladesh merupakan negara dengan surplus terbesar ke-7 di tahun 2017, volume perdagangan antara Indonesia dan Bangladesh telah mencapai surplus berkisar 80 persen untuk Indonesia.

Perundingan PTA antara Indonesia dan Bangladesh disepakati pada kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Bangladesh pada awal 2018.

“Untuk memfasilitasi perdagangan bilateral, kami berharap putaran pertama negosiasi akan segera dimulai untuk PTA Indonesia-Bangladesh,” ucap Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh, Rina P Soemarno, di Dhaka, Bangladesh, dilansir dari laman Kemenlu, Minggu (25/11/18).

Negosiasi pertama untuk PTA Indonesia dan Bangladesh rencananya akan dimulai pada bulan Desember 2018.

BACA JUGA :  Lima Negara Bersaing di Piala AFF Sepak Bola Pantai

PTA antara kedua negara penting bagi Indonesia, Bangladesh adalah pasar non-tradisional prospektif bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Saat ini, Indonesia sekarang menjadi negara pengekspor terbesar kelima untuk Bangladesh.

Dubes Rina menyatakan bahwa dengan adanya PTA akan dapat membantu rencana 5 tahun kedepan untuk meningkatkatkan market share Indonesia dan Bangladesh ke angka 50 persen melalui kerjasama energi, teknologi pertanian, peternakan, perhubungan, dan ICT. Hal ini seiring dengan peningkatan kapasitas ekonomi Bangladesh, berdasarkan penilaian PBB, Bangladesh diharapkan akan ‘lulus’ dari kategori negara Least Developed Country (LDC) pada tahun 2021.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Bangladesh termasuk minyak sawit, pulp kertas, benang kapas, serat sintetis, produk kimia, batang besi, tembaga, bahan tambang (clinker, biji timah, batu bara dan pelumas), rempah-rempah, serta kerajinan tangan.

BACA JUGA :  Kesehatan Menurun, Sebelum Masuk RS Setnov Sempat Bahas Rohingya dengan Parlemen Turki

Besarnya ekspor Indonesia ke Bangladesh tak lepas dari peran perusahaan-perusahaan Indonesia untuk masuk pasar Bangladesh serta kesetiaan perusahaan Bangladesh untuk mengimpor barang dari Indonesia. Salah satunya adalah PT Megna Group of Industry (MGI) yang baru-baru ini diberikan penghargaan Primaduta Awards dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam gelaran Trade Expo and Investment (TEI) Oktober 2018 silam. PT MGI menggunakan produk-produk Indonesia dalam berbagai industri yang bernaung dibawahnya, antara lain pulp untuk kertas dan tissue, minyak sawit untuk industri minyak masak serta clinker untuk industri semennya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini