UMKM ilustrasi. foto net

telusur.co.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah menggelar diskusi dengan ratusan pelaku Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) binaan Bank Mandiri dan Bank BRI, disalah satu ballroom hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Selasa (13/11) siang kemarin.

Diskusi bertajuk Business Development Service dalam rangka siap menghadapi revolusi industri 4.0 diharapkan sebagai salah satu pembinaan kepada pelaku UMKM di Kalimantan Selatan dengan memberikan pembekalan pengetahuan tekhnologi sebagai salah satu cara bagaimana melakukan pemasaran produk yang dihasilkan kepada masyarakat.

“Seperti diketahui saat ini Indonesia sekarang menuju perkembangan revolusi industri 4.0 yang dalam artian para pengusaha UMKM harus segera menyesuaikan dan jangan ketergantungan untuk berjualan secara langsung, namun ada pula sistem jualan online yang saat ini mulai ramai di Indonesia,” ujar Cucu Supriatna, Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Selatan dan Tengah kepada awak media.

BACA JUGA :  Jajaran Bea Cukai Harus Bersinergi Lintas Sektoral

Diskusi yang menghadirkan dua tokoh yakni Chairul Saleh penggerak pelapak Bukalapak dan Deasy Arfiani Arsyad seorang fotografer profesional ini, jelas Cucu Supriatna sebagai bentuk kepedulian pihak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah karena saat ini jumlah pengusaha UMKM di Kalimantan Selatan sudah mencapai 395.000.

“Dengan ada nya kegiatan ini, diharapkan juga para pengusaha UMKM dapat mengembangkan usaha nya menjadi lebih kuat dan berdaya saing mengikuti perkembangan jaman dan tekhnologi,” pinta Cucu.

Sementara itu, salah seorang peserta diskusi Muhammad Nizar mengaku sangat apresiasi atas gelaran yang dilaksanakan karena bisa menambah ilmu dalam pemasaran produk yang dihasilkan para pengusaha UMKM.

BACA JUGA :  Tiga Terobosan KUR Untuk Hindari Distorsi Pasar UMKM

“Kita ketahui saat ini dengan perubahan jaman sekarang ini, penjualan melalui sistem online menang sangat menjamur dan para pengusaha UMKM memang harus mengikuti jaman supaya tidak ketinggalan jaman,” jelas Nizar. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini