Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat menilai wajar jika ada pihak yang tersinggung atas pernyataan Ma’ruf Amin yang menyebut “budek” dan “buta”. Menurutnya, narasi yang dibangun dalam pernyataan tersebut mengandung ujaran kebencian.

“Ujaran kebencian kepada pihak-pihak yang kritis selama ini kepada pemerintah, yang menganggap pemerintah tidak berhasil itu dianggap buta dan budek,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi, Kamis (15/11/18).

Tak hanya itu, menurut Ferdinand, pernyataan Ma’ruf Amin itu mengandung unsur penghinaan dan pelecehan terhadap kaum disabilitas.

Karenanya, Ferdinand menilai, sangat wajar jika ada sekelompok masyarakat yang melakukan protes karena Ma’ruf Amin menuduh hanya yang buta dan tuli yang tidak bisa melihat kinerja Jokowi.

BACA JUGA :  Jateng Tak lagi Didominasi PDIP dan Capres Petahana

“Memang mereka ini menjadi kelompok yang diserang pencemaran nama baik sebetulnya.  Jadi wajar kalau ada yang demo, ada yang marah melaporkan melaporkan ke Bawaslu,” tambahnya.

Ia berharap, hal ini harus ada yang melaporkan ke polisi, karena masuk pelanggaran terhadap undang-undang KUHP penghinaan.

“Saya mendukung kalau kaum disabilitas itu melaporkan ke polisi dengan tuduhan pasal penghinaan, bahkan kami siap memberikan pendampingan hukum kepada mereka,” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini