Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid/Foto: net
telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan, pihaknya menghargai setiap ikhtiar dan usaha pemerintah dalam memberikan pelayanan dan kemudahan untuk masyarakat, termasuk inovasi pemerintah mengganti buku nikah menjadi kartu nikah yang berbasis website.
“Sepanjang hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan, memberikan nilai manfaat dan utamanya adalah dapat mencegah praktik penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Zainut dalam keterangannya kepada telusur.co.id, Senin (12/11/18)
Menurut dia, tujuan utama dari adanya buku nikah atau kartu nikah adalah untuk mendokumentasikan tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah.
“Jadi, sepanjang hal tersebut sudah dilaksanakan dengan baik, maka tidak ada masalah apakah bentuknya itu buku atau kartu. Apalagi kalau hal itu dinilai lebih praktis, ekonomis, efektif dan efisien, maka inovasi tersebut patut didukung,” paparnya
Selain itu, kata Zainut, jika dengan model kartu nikah yang berbasis website sudah berjalan baik dan diterapkan di seluruh Indonesia, maka buku nikah tidak diperlukan lagi.
“Jadi bisa dihapuskan. Memang ada pemikiran, kalau misalnya di samping pasangan suami istri memiliki kartu nikah juga diberikan semacam piagam atau sertifikat pernikahan akan lebih bagus,” tandasnya. (ham)
Like :
BACA JUGA :  Kartu Nikah, Kemenag Sebut Ikhtiar Untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini