Ahmad Basarah/telusur.co.id

telusur.co.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan cepat merespons adanya ancaman pelaporan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi.

Respons diberikan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, yang mengaku siap memberikan pembelaan kepada Basarah.

Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPD PDI Perjuangan Jabar, Rafael Situmorang mengatakan jika ada sekitar 174 orang pengacara se-Jabar yang siap untuk membela Basarah.

“Kami siap hadapi Berkarya dan Tommy Soeharto. Kami siap membentengi Pak Ahmad Basarah,” kata Rafael yang didampingi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Dwiputro Ariswibowo, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jabar, Sabtu siang (1/12/18).

Menurut Rafael, apa yang disampaikan Basarah adalah fakta. Karena kasus Soeharto pernah bergulir dan disidangkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tahun 2000 silam.

Namun, karena Presiden ke-2 Indonesia itu sakit anfal, dan tidak bisa dihadirkan dalam persidangan, maka pada 12 Mei 2006 terbitlah surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) dari Kejaksaan Agung.

Kemudian, pada 9 Juli 2007 pemerintah mengambil langkah hukum perdata melalui Kejaksaan Agung. Kejaksaan Agung melakukan gugatan perdata terhadap Soeharto dan Yayasan Supersemar atas perbuatan melawan hukum.

Hasilnya, pengadilan melalui berbagai putusan mulai tingkat pertama hingga peninjauan kembali menyatakan Yayasan Supersemar melakukan perbuatan melawan hukum.

Mahkamah Agung menghukum Yayasan Supersemar untuk mengembalikan dana sebesar Rp 4,4 triliun ke negara.

“Gugatan perdata itu sama dengan yang ada korupsi. Dan itu sudah terkonfirmasi harus membayar kerugian negara sebesar Rp 4,4 triliun. Dan, salah satu aset yang disita adalah Gedung Granadi, yang sekarang dipakai oleh Partai Berkarya. Ini sudah terbukti, pidananya tidak karena Pak Harto sakit, tapi perdatanya terbukti,” kata Rafael.

(Baca: Sebut Mertua Prabowo Guru Korupsi, Nizar Zahro: Basarah Norak)

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Basarah yang juga Wakil Ketua MPR RI itu tak terima dengan pernyataan calon Presiden Prabowo Subianto, yang menyebut Indonesia kini seperti dilanda penyakit kanker stadium empat dalam hal korupsi.

Menurut dia, budaya korupsi saat ini merupakan warisan era Orde Baru, dimana Prabowo pernah menjadi bagian.

Lanjut Basarah, korupsi masih menjadi tantangan bersama, meski kini belum bisa terselesaikan. Basarah kemudian mengatakan masalah korupsi menjadi perhatian serius bagi pemerintahan. Ia menyebut, korupsi telah masuk menjadi kejahatan luar biasa.

Sehingga, kalau pun Prabowo menyebut korupsi akan terselesaikan jika ia menjadi presiden, kata Basarah, lebih baik membaca kembali keputusan Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 usai rezim Orde Baru berakhir diantaranya dengan melakukan penegakan hukum terhadap terduga pidana korupsi termasuk oleh Presiden Soeharto.

“Jadi guru dari korupsi Indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu Presiden Soeharto, dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo,” kata Basarah. [ipk]

Bagikan Ini :