Tim Verifikasi dan Validasi Pemenuhan KUA baru. FOTO: Dok. Kemenag

telusur.co.id- Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) menerjunkan Tim Verifikasi dan Validasi Pemenuhan KUA baru ke sejumlah daerah, utamanya kawasan pemekaran. Tim ini bertugas memvalidasi kebutuhan dan kesiapan daerah sebagai pelaksana pemenuhan pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Adalah Kasubbag Pengembangan Aplikasi dan Sistem Informasi Taofik Hidayat dan Wildan Afandi (Pranata Komputer) yang bertugas di Provinsi Gorontalo. Jumat (30/11), didampingi Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), keduanya melakukan visitasi ke Desa Deme II Kec Sumalata. Ikut mendampingu juga, Kepala KUA Kecamatan Sumalata Suandi.

Kedatangan TIM dilokasi disambut masyarakat, pemuda, dan tokoh setempat. Kepala Desa Deme II Hendrik Dangkua menunjukkan tanah yang akan menjadi lokasi pembangunan gedung. Menurutnya, tanah tersebut telah disiapkan masyarakat dan dihibahkan khusus pada sarana pelayanan keagamaan yakni KUA.

“Pemiliki tanah yang dimediasi oleh pemerintah Desa telah bersepakat menyerahkan tanahnya. Seluruh pemilik tanah tersebut juga hadir sekaligus membantu pembersihan lahan. Dan hari ini mereka bersilaturahmi dengan Tim Verifikasi,” ujarnya, dilansir dari laman Kemenag, Minggu (2/12/18).

Mewakili Ditjen Bimas Islam, Taofik menyampaikan apresiasi kepada masyarakat khususnya kepala Desa dan penghibah lahan. “Terima kasih atas segala bentuk penyambutan. Dengan kepastian lokasi tanah yang benar-benar aman, semoga kabaikan ini bernilai pahala,” tuturnya.

“Lokasi ini cukup baik dan strategis, berada di tempat yang mudah diakses dan lebih menariknya ialah tepat berada dipesisir pantai yang tentunya dapat dijadikan sebagai wahana wisata bagi setiap aparatur KUA maupun pengunjung,” lanjutnya.

Pemenuhan Kantor Urusan Agama baru menjadi konsekuensi adanya wilayah pemekaran. Kecamatan Sumalata Timur merupakan salah satu wilayah pemekaran yang diusulkan Kankemenag Gorut. Untuk itu, dilakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan terpenuhinya persyaratan dan kesiapan pembangunan. Melihat hasil verifikasi, Taofik berharap, pembangunan KUA di Kecamatan Sumalata Timur bisa dilakukan pada 2019.

Setelah meninjau lokasi, Tim menuju Kantor Kecamatan Sumalata Timur untuk mengecek kesiapan dokumen. Dari situ, tim tahu bahwa kecamatan ini terbagi dalam 4 Pulau dengan 10 Desa.[tp]

Bagikan Ini :