telusur.co.id- Kemenkop dan UKM menampilkan UKM Binaan ramah lingkungan (eco friendly) dalam ajang Jakarta International Premium Products Fair 2018 (JIPREMIUM) di Jakarta Convention Center, Jakarta.

JIPREMIUM dibuka secara resmi oleh CEO Coex Korea, Dong Won Lee, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga Luhur Prajanto, serta Direktur Hubungan Internasional Kadin.

JIPREMIUM 2018 diikuti 200 pelaku usaha kecil dan menengah dari Indonesia dan Korea Selatan yang menawarkan beragam produk premium. JIPREMIUM 2018 juga memberikan kesempatan bagi UKM untuk melebarkan bisnisnya melalui berbagai kesepakatan bisnis yang lebih luas seperti B2B program dan berkesempatan untuk mendaftar berbagai marketplace skala nasional dan internasional seperti Bukalapak, Tokopedia, Mitra10, Gramedia, dan JD.id.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria bs Simanungkalit mengatakan, partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM pada pameran JIPREMIUM menampilkan UKM dengan inovasi desain berkonsep eco friendly and sustainable material desain.

“Hal ini terlihat dari adanya aktivitas bisnis pelaku UKM yang ramah lingkungan melalui penggunaan bahan baku alami, serta pemberdayaan masyarakat yakni dengan menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar,” kata Victoria dalam keterangannya, Minggu (2/12/18).

Produk-produk pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM tersebut mampu berkompetisi di pasar global dengan mengedepankan kualitas dan mengangkat isu-isu lingkungan.

“Tentu bisnis tidak hanya mengedepankan kualitas dan keuntungan, tetapi juga penting memperhatikan dampak aktivitas bisnis terhadap keberlangsungan lingkungan,” jelasnya.

Pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM pada JIPREMIUM 2018 ini, menampilkan berbagai produk home décor, craft, dan aksesoris, dengan daftar UKM yakni dari Provinsi Banten – Doxology; Jawa Barat – Nina Kreasi Tas Goni, Lakanua Jam Tangan Semen, Sagalakayu, Nuwahardo; Jawa Tengah – Eboni Watch; D I Yogyakarta – Semilir Eco Print Leaf; Bali – Maharani Craft; dan Nusa Tenggara Timur – Du’anyam.

Daya Saing Global

Lebih lanjut Victoria br Simanungkalit menyampaikan pentingnya jaringan pemasaran internasional bagi para UKM, serta produk UKM harus memiliki keunggulan komparatif dan daya saing agar bisa menembus pasar global/internasional.

Pasalnya menurut ia, KUKM mempunyai peranan penting dalam pembangunan terutama kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60%.

Pada kesempatan itu Deputi Propasar Kemenkop dan UKM juga melakukan dialog dengan para UKM, khususnya bagaimana strategi para wirausaha muda tersebut dalam menciptakan produk dengan perbaikan berkelanjutan.

“KUKM agar lebih memperhatikan sertifikasi produk seperti merek, ISO, dan HACCP agar dapat lebih mempermudah KUKM dalam melakukan ekspor”, saran Victoria.

Hingga hari terakhir penutupan pameran, pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM berhasil membukukan transaksi dengan total nilai sebesar Rp 381.700.000.[Ham]

Bagikan Ini :