Ferdinan Hutahaean, Tim Advokasi pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga/telusur.co.id

telusur.co.id- Kepala Divis Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean, kembali menyindir pemerintah Joko Widodo.

Hal itu disampaikannya lewat akun Twitternya @Ferdinand_Haean, Senin (3/12/18).

Awalnya, Ferdinand memgunggah salah satu berita media online yang judulnya ‘Jokowi Akui Alpa Bangun Indusutri dan Hilirisasi’.

Dalam berita tersebut, Presiden Joko Widodo mengaku pemerintah selama ini alpa dalam membangun industri dan hilirisasi. Akibatnya, defisit transaksi berjalan membengkak dan menjadi masalah kala ekonomi global bergejolak.

“Sudah berpuluh tahun problem besar adalah CAD (current account defisit/defisit transaksi berjalan). Kita tahu tapi tidak pernah mengeksuksi masalah ini. Baru dua tahun terakhir saya terus konsentrasi di sini,” ujar Jokowi dalam CEO Networking 2018 di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya alam melimpah, mulai dari batu bara, bauksit, sawit, dan sebagainya. Di sisi lain, Indonesia masih kerap mengimpor produk turunan SDA itu.

“Negara kita SDA (Sumber Daya Alam) melimpah. Misalnya mineral bauksit, setiap tahun jutaan ton. Tapi pabrik kita mengimpor alumina, padahal kuncinya industrialisasi dan hilirisasi. Kita tahu tapi tak pernah dikerjakan,” ungkapnya.

Dari berita tersebut, Ferdinand menyindir, para pemimpin sebelum Jokowi, membangun  Indonesia itu dalam keadaan sulit dan serba terbatas.

“Belagu ini sih namanya..!!
Pemimpin terdahulu sblm bapak membangun bangsa ini dari keadaan sulit, krisis dan serba terbatas,” cuitnya.

Menurut Ferdinand, hanya Jokowi yang melanjutkan estafet kepemimpinan dalam keadaan mapan.

“Cuma bapak yg menerima estafet kepemimpinan negara dalam kondisi sudah mapan. Itupun tak bisa bapak jaga dan merosot,” tulisnya.[far].

Bagikan Ini :