Seminar bertajuk "Generasi Sadar Hukum: Say No to Hoax" yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Jember, Minggu (2/12/18). FOTO: Dok. HMI Jember

telusur.co.id- Kapolres Jember, Jawa Timur, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, kaum milenial sebagai pengguna media sosial harus membentengi diri dengan memahami mana berita bohong (hoak) dan bukan. Karena, banyak berita-berita hoak yang bertebaran di internet bertolak belakang dengan UU IT, dan generasi muda terlibat dalam hal itu.

“Generasi muda, pelajar ataupun mahasiswa harus bisa memahami mana berita hoaks dan bukan. Saat ini begitu banyak berita yang bukan fakta tapi disebarkan dan salah satu aktor penyebarnya adalah kaum muda,” kata Kusworo dalam sebuah seminar bertajuk “Generasi Sadar Hukum: Say No to Hoax” yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Jember, Minggu (2/12/18).

Dijelaskan Kusworo, dibutuhkan tingkat kesadaran kelompok milenial untuk tidak langsung percaya pada informasi yang masuk tetapi sebelumnya harus melakukan verifikasi

“Verifikasi harus dilakukan sebelum menyebarkan informasi yang diterima. Jangan mudah dipercaya karena itu melanggar aturan,” paparnya.

Ia juga menekankan kepada generasi milenial yang semuanya sudah bersentuhan dengan media sosial harus paham UU IT. Selain melakukan verifikasi kebenaran informasi, ujar Kusworo, UU IT bisa menjeret penyebar hoaks ke dalam jeruji besi.

“UU IT tentang Hoaks atau menyebarkan berita tidak benar sangat perlu dipahami. Ketika ketahuan menyebarkan informasi hoaks maka sanksinya bisa penjara,” ungkapnya.

Kusworo melanjutkan tidak ada ampun untuk penyebar Hoak, apalagi dimomentum politik saat ini. Untuk itu, katanya, generasi muda harus cerdas membedakan antara berita hoaks dan tidak, supaya tidak terlibat lagi menyebarkan berita hoak.

“Pelajar atau Mahasiswa diharapkan cerdas. Setidaknya kalian tidak terlibat menyebarkan berita hoaks, apalagi mengingat saat ini Indonesia menjalani Pilpres dan Pileg,” tandasnya. [far]

Bagikan Ini :