Politisi Gerindra Arief Poyuono kritik politik balas budi Jokowi/foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono, mengkritik politik balas budi yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Politik balas budi tersebut dilakukan Jokowi dengan diangkatnya para aktivis sebagai komisaris dan direksi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Meski mengakui bahwa selama dipimpin oleh Menteri Rini Soemarno, kinerja BUMN terbilang baik. Namun, Arief mengaku tak setuju dengan sikap Jokowi yang kerap menempatkan tim suksesnya dalam Pemilu sebagai pimpinan BUMN tertentu.

Bahkan Arief menyebut, mereka hanyalah sekelompok pengangguran yang sedang mencari pekerjaan.

“Ketika dia (Jokowi) sudah menang, mereka ini ditempatkan di BUMN. Kita harus terima kenyataan bahwa aktivis pendukung Jokowi ini adalah pengangguran yang setelah menang ya masuk BUMN,” kata Arief dalam diskusi bertajuk “Pengelolaan BUMN di Era Pemerintahan Joko Widodo” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/18).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengakui, bahwa buruknya kemampuan komisaris dan direksi yang diangkat Jokowi itu memang tak berpengaruh besar terhadap kinerja BUMN tersebut.

Meski demikian, dia memastikan, jima nanti pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno memenangkan Pilpres 2019, praktek tersebut akan dihapuskan.

“Tapi nanti kalau Pak Prabowo menang saya jamin itu akan saya tahan. Saya akan cari komisaris yang bisa bekerja,” tambah Arief.

Senada dengan Arief, Politisi muda Partai Golkar, Adi Baiquni juga mengkritisi dipilihnya beberapa direksi BUMN yang bukan berdasarkan atas kemampuannya.

Meski diakuinya kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno terbilang baik, tetap saja komisaris dan direksi BUMN tak boleh dipilih berdasarkan kedekatan ataupun lobi-lobi politik.

“Saya kira ini sangat profesional, ini sangat penting menjadi catatan ke depan, bahwa kalau insya Allah 10 tahun Pak Jokowi memimpin, saya kira ini sangat penting dilaksanakan. Terutama dalam mempersiapkan sumber daya dalam mewujudkan Nawacita,” kata Adi.[far]

Bagikan Ini :