Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi menyayangkan kicauan Dubes Arab Saudi di Indonesia, Osamah Muhammad al-Suaibi melalui akun twitternya terkait dengan kegiatan Reuni 212.

“Kami menyayangkan kicauan Dubes Arab Saudi dengan turut campur urusan politik domestik Indonesia. Kendati, Dubes mengetahui kondisi riil Republik Indonesia, tidak patut Dubes membuat kicauan yang memberi interpretasi atas peristiwa di tanah air,” ungkap Arwani melalui keterangan tertulis yang diterima telusur.co.id, Senin.

Seperti diketahui, melalui akun twitternya, Osamah Muhammad al-Suaibi menyebut reuni 212 sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh organisasi yang sesat atau menyimpang (al-munharifah).

Tweet Osamah jelas memancing reaksi keras dari Penguru Besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Gerakan Pemuda Ansor. Karenanya, Arwani mendesak Osamah meminta maaf.

“Kami menyerukan Dubes Arab Saudi di Indonesia untuk melakukan tabayun dan meminta maaf atas kekhilafan yang telah disampaikan melalui akun twitternya,” desaknya.

Dia melanjutkan, hubungan diplomatik yang panjang antara Indonesia dan Arab Saudi tak bisa dirusak dengan kesalahapahaman dan kecerobohan Dubes.

Banyak irisan kesamaan Indonesia-Arab Saudi selain diikat hubungan persaudaran keislaman, Indonesia dan Arab Saudi cukup erat dalam berbagai bidang seperti budaya, ekonomi termasuk sektor ketenagakerjaan.

Lagian, dalam bernegara ada prinsip adam al-tadakhul atau prinsip non interference, tidak boleh campur tangan urusan negara akreditasi tempat dia ditugaskan. Ada rambu-rambu diplomatik atau al ma’alim al diblumasiyyah yang harus dihormati dan diperhatikan. Setiap negara memiliki “kedaulatan ke dalam” dan “kedaulatan ke luar” yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. (ham)

Bagikan Ini :