Arwani Thomafi

telusur.co.id – Anggota Komisi I DPR, Arwani Thomafi mendesak aparat kepolisian bergerak cepat menangkap dan menuntaskan kasus penembakan 31 pekerja Istaka Karya di Nduga, Papua.

“Pihak aparat harus segera mengendalikan keadaan serta memastikan soal jumlah korban mengingat kesimpangsiuran informasi,” ungkap Arwani melalui keterangan tertulis kepada telusur.co.id, Selasa.

Menurut Arwani, peristiwa penembakan 31 pekerja menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI dan jalannya program pembangunan di Papua yang tengah digalakkan oleh Pemerintah. Motif penyerangan itu sudah bukan lagi kriminal biasa tapi membuat teror bagi keamanan nasional dan ancaman terhadap NKRI.

Makanya, lanjut dia, aparat harus tegas. Penyerangan ini harus dihentikan. Jangan sampai negara kalah oleh teror gerombolan bersenjata yang mengancam NKRI.

Jika motifnya bukan lagi kriminal biasa maka perlu pelibatan secara maksimal aparat TNI. Meski tidak mengesampingkan peran Polri dalam pemulihan keamanan di Papua. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa eksistensi gerakan separatis di Papua masih ada.

Lebih lanjut Arwani mendorong Polri dan TNI untuk meningkatkan pengamanan khususnya di daerah zona merah dan tempat-tempat proyek startegis khususnya di daerah-daerah yang potensi kerawanannya tinggi. Kejadian yang menimpa pekerja Istaka Karya harus menjadi sinyal untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Mendorong Badan Intelejen Keamanan (Baintelkam) Polri dan Badan Intelejen Negara (BIN) untuk meningkatkan deteksi dini khususnya di daerah-daerah rawan keamanan.”

Terakhir, Arwani yang menjabat sebagai ketua Fraksi MPR PPP ini menekankan bahwa peristiwa ini tidak boleh membuat surut niat baik pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan di Papua dan daerah-daerah lain.

“Tentu dengan jaminan aparat keamanan, agar peristiwa serupa tidak terjadi terhadap pekerja yang tengah membangun infrastruktur di Papua. Harus ada jaminan keselamatan dan keamanan bagi semua pekerja dan juga masyarakat di Papua,” harapnya. (ham)

Bagikan Ini :