Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono/foto: Istimewa

telusur.co.id- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara pembangunan jalan Trans Papua segmen 5 sementara waktu.  Mengingat telah terjadi penembakan terhadap puluhan karyawan BUMN PT.
Istaka karya oleh Kelompok bersenjata

Demikian disampaikan oleh Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono dalam konfrensi pers di gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12/18).

“Mulai hari ini (Selasa, 4 Desember 2018) kami akan menghentikan sementara kontrak pembangunan jembatan pada ruas Wamena, Habema  Mugi, Kenyam, Batas Batu, Mumugu dan akan dilanjutkan kembali pekerjaannya sesuai rekomendasi dari pihak TNI dan Polri,” kata Basuki.

Kejadian penambakan puluhan karyawan BUMN tersebut, kata Basoeki, terjadi disalah satu daerah di wilayah segmen 5, jalan Trans Papua, khususnya di antara Kali Aorak (km 102 525) dan Kali Yigi (km 103 975).

Segmen 5 sendiri merupakan jalan Trans Papua yang digarap oleh PT. Istaka Karya (14 jembatan) dan PT. Brantas Abipraya (21 jembatan). Segmen 5 meliputi wilayah Wamena, Habema, Kenyam, dan Mamugu sepanjang 278 km.

“Kami merasa terkejut dan sangat menyesalkan terjadinya kembali tindakan penembakan terhadap para pekerja konstruksi pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Jembatan Kali Aorak pada Ruas Wamena–Habema– Kenyam– Batas Batu – Mumugu. Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban penembakan dari PT. Istaka Karya,” ungkapnya.

Terkait langkah aparat keamanan yang bakal mengusut tuntas dan mencari penembak, kata Basoeki, pihaknya menudukug langkah tersebut. Hal itu, agar persoalan cepat tuntas.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi para staf, kontraktor maupun konsultan yang bekerja untuk dan atas nama Kementerian PUPR dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk membangun infrastruktur demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan di Papua,” tandasnya.

Sebelumnya, beredar informasi jika telah terjadi pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka yang sedang melakukan pengerjaan pembangunan jembatan Distrik Yall.

Beredar informasi, para pekerja itu diduga dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) lantaran mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Saat salah satu pekerja mengambil foto hal itu kemudian diketahui oleh kelompok KKB. Hal itu membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto hingga berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.[far]

Bagikan Ini :