Presiden Jokowidodo (kiri)/Net

telusur.co.id – Presiden Jokowi salah satu pemimpin negara yang aktif berselancar di dunia maya. Berbagai komentar dituliskan Jokowi diakun twitter pribadinya. Senin malam, akun twitter Presiden Jokowi ‘diserang’ Netizen. Serangan itu terjadi setelah Presiden Jokowi mengunggah seruan kepada para pelaku usaha untuk segera melakukan industrilisasi dan hilirisasi.

Seruan itu dilakukan, karena Jokowi sadar mengapa dari dahulu Indonesia selalu mengimpor alumina dan LPG, padahal, Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah.

“SDA di Indonesia ini melimpah. Kita ekspor bauksit dan batu bara, tapi impor alumina dan LPG. Ini seharusnya tidak perlu kalau sejak dulu kita membangun industri alumina dan batu bara. Saya mengajak pelaku usaha dan sektor riil segera melakukan industrialisasi dan hilirisasi,” cuit @jokowi, Senin malam (03/12/18).

Sayangnya, seruan sang presiden itu ditanggapi dengan pedas oleh netizen. Netizen menganggap seruan Jokowi kepada para pengusaha agar segera melakukan industrialisasi dan hilirisasi telah telambat karena netizen melihat selama 4 tahun bekerja pemerintahan Jokowi-JK lebih banyak mengimpor.

“Anda akui kegagalan anda dan akui ketidakmampuan memimpin bangsa ini. Beras anda impor 2 juta Ton, Gula 53 ribu Ton, Garam 1,1 ribu Ton, Mentega 11 ribu ton Bahkan Cangkul pun anda impor!!

Munafik! Kacung dan koncomu yg impor, kaw pura2 tak tahu!,” tulis akun H. Surya Lubis @SuryaLubis77 dalam kolom komentar.

Ada pula akun 02 Ronggo Warsito @supraptiyono yang meminta Presiden Jokowi tidak selalu menyalahi pemerintahan sebelumnya dengan kondisi Indonesia yang sampai saat ini masih bergantung pada Import.

“Pak de ! Pak de ! Nyalahin yang dulu dulu Mulu sih ! Emang nggak mikir dan bukan urusan saya ! Gitu ya !,” tulis Ronggo.

Bahkan, mantan menteri perhutanan di era SBY MS Kaban ikut berkomentar di unggahan Presiden Jokowi itu.

Kaban dalam akun @hmskaban, meminta Jokowi untuk benar-benar beraksi untuk merealisasikan seruannya itu sebelum terlambat.

“lho kan PYM masih Presiden punya power utk action sblm terlambat masih sempat peletakan batu pertama,” tulis Kaban di kolom komentar @jokowi. (ham)

Bagikan Ini :