Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam. foto : Fahri Haidar

telusur.co.id – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menggelar kegiatan “Malam Dakwah Membangun Umat Madani” di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/18).

Malam Dakwah Membangun Umat Madani ini dimaksudkan sebagai malam penggalangan dana atau charity night untuk membangun manhaj dakwah Desa Madani.

“Parmusi gencar melaksanakan dakwah dengan manhaj dakwah Desa Madani yang telah diputuskan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV Parmusi yang dilaksanakan di sela-sela perhelatan Jambore Nasional Dai Parmusi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, pada 24-27 September 2018 lalu,” kata Ketua Umum PP Parmusi, Usamah Hisyam di sela-sela acara.

Usamah menerangkan, manhaj dakwah Desa Madani adalah suatu strategi perjuangan untuk membangun umat madani Indonesia, yakni suatu masyarakat yang sejahtera Iahir dan batin yang diridhai Allah SWT, yang merupakan cita-cita perjuangan Parmusl sejak kelahirannya.

“Parmusi meyakini, ridha Allah SWT adalah kata kunci yang harus diupayakan bersama-sama untuk mencapai kemajuan bangsa Indonesia yang sejahtera Iahir dan batin,” tuturnya.

Oleh karena itu, tambah dia, terdapat empat pilar utama yang akan diprioritaskan dalam gerakan membangun Desa Madani.

Pilar pertama, membangun iman dan takwa warga kepada Allah SWT. Dai-dai Parmusi akan mengajak umat di desa-desa untuk mengaji menyelamatkan negeri.

“Dalam dua tahun ke depan, target Parmusi setidaknya memilikl lima dai di setiap kecamatan di seluruh Indonesia melalui pengembangan program One District Five Dais,” jelas Usamah.

Pilar Kedua, membangun kemandirian ekonomi warga. Upaya untuk meningkatkan iman dan takwa (imtak) warga dibarengi dengan upaya membangun kemandirian ekonomi warga yang masih Iemah. Para dai Parmusi tak hanya membina imtak warga, tetapi juga mengarahkan membentuk komunitas ekonomi warga desa, yang akan digerakkan oleh Parmusi Bisnis Center tingkat nasional dan propinsi untuk bekerja bersama-sama membangun perekonomlan warga. Baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan Industrl kreatlf.

“Sejumlah pilot project Desa Madani berhasll dibangun, antara lain di Dusun Sukapitete Desa Leon Telu, Kecamatan Rainmanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Parmusl menyewakan 15 hektar lahan untuk digarap warga Dusun Sukapitete yang kini telah menghasllkan panen padi, jagung, dan cabe, sehingga bisa menjadl sumber kehidupan triwulan warga desa,” papar Usamah.

Selanjutnya, pilar ketiga, pemberdayaan sosial dan aksi kemanusiaan. Parmusi mangajarkan kepada warga desa untuk menjadi muzakki atau pembayar zakat, bukan menjadi mustahiq atau penerima zakat. Warga desa dibiasakan untuk berzakat. Setiap penghasllan ekonoml harus diinfakkan, setidaknya 2,5 persen kepada kas Desa Madanl.

“Dana lnfak sedekah tersebut akan digunakan untuk dana bansos bagi warga desa yang sangat membutuhkan. Bila terjadi musibah atau bencana, segera hadir Parmusi Savehelp di tingkat desa untuk memberikan pertolongan dan aksi kemanusiaan,” imbuhnya.

Dan terakhir, pilar keempat, meningkatkan kualitas pendidikan, baik formal maupun informal. Menurut Usamah, di sejumlah daerah, masih ada wilayah kepulauan yang tidak memiliki sekolah, sehingga warganya terancam butu huruf.

“Itulah yang ditemui Parmusi di Pulau Kera, NTT. Di sana terdapat 70 anak-anak tak bisa membaca. Parmusi menempatkan para relawan guru dan dai untuk mengajar anak-anak agar bisa membaca, menulis, dan mengaji, dengan kondisi kelas apa adanya,” bebernya. (ham)

Bagikan Ini :