Massa Reuni 212 berdatangan dari segala penjuru menuju Lapangan Monumen Nasional ( Monas) di Jakarta, Minggu, (212/18)/telusur.co.id

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo mengatakan Reuni 212 telah menjadi buah bibir. Tidak hanya di Indonesia, bahkan diberbagai manca negara juga telah banyak diberitakan.

“Jantung Ibu Kota bisa disulap menjadi lautan manusia. Jutaan orang berkumpul di sana. Sebuah pemandangan langka dalam sejarah Bangsa,” ucap dia dalam keterangan tertulis (4/12/18).

Menurut Edhy, dengan Reuni 212 mengajarkan arti dari kebersamaan, Saling bergandengan tangan, saling mengingatkan meski setiap orang tidak saling mengenal satu sama lain. “Saling mengingatkan agar menjaga kebersihan, saling berbagi makanan, saling menjaga kesehatan,” ucap dia.

“Reuni 212 mengajarkan kita tentang kedamaian. Banyaknya massa tak membuat mereka beringas. Hati mereka tetap teduh meski seharian ditemani cuaca panas. Lisan mereka terjaga. Tak ada aksi hujat dan caci maki. Inilah potret Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.

Reuni 212 itu juga lanjut Ketua Komisi IV DPR RI, mengajarkan masyarakat tentang kerukunan. Tidak menebar ketakutan kepada pihak yang berbeda keyakinan. Tidak membuat aparat keamanan bertugas kewalahan. Tidak membuat tukang sapu taman kerepotan. Kerjasama dan gotong royong secara kasat mata dapat kita saksikan.

“Reuni 212 adalah bukti nyata pengamalan ajaran Pancasila. Mereka tidak sekadar memuliakan agama, tetapi juga mencintai negara dan menghormati pihak yang berbeda. Mereka adalah aset berharga bagi Bangsa Indonesia,” tuturnya.

Meskipun minim publikasi dari media massa, Edhy meyakini semua mata melihat bahwa gelombang manusia itu benar-benar ada. Apalagi, Gerakan 212 bukan hanya kisah bagi semua orang, tetapi juga menjadi warisan cerita bagi anak-anak kita.

“Hormat saya kepada seluruh peserta Reuni 212 dimana pun berada. Terima kasih sudah peduli kepada agama. Terima kasih sudah peduli kepada negara. Terima kasih sudah peduli kepada sesama. Semoga kelak Bangsa ini tumbuh menjadi Bangsa yang berdaulat, adil dan makmur,” lugasnya.

“Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia. Jangan pernah berhenti mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dan jangan pernah berhenti menjaga Bhineka Tunggal Ika. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua,” ungkapnya lagi.[far]

Bagikan Ini :