Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam. foto : Fahri Haidar

telusur.co.id – Ketua Umum PP Parmusi, Usamah Hisyam mengakui dalam mendirikan dan menggerakkan manhaj dakwah desa madani banyak kendala. Salah satunya, kondisi ekonomi sebagian besar dai di berbagai daerah yang menjadi ujung tombak dakwah ternyata hidup sangat pas-pasan, bahkan banyak juga yang belum memiliki sumber penghasilan tetap.

“Oleh sebab itu, Parmusi harus mengupayakan honorarium bagi mereka agar lebih fokus dalam berdakwah,” ungkap Usamah, Rabu.

Selain itu, Parmusi juga tengah mengupayakan membangun kemandirian ekonomi para dai dengan mengembangkan pilot project. Bersumber dana zakat, infaq dan shadaqah, setiap dai diberi 10 ekor kambing untuk dikembangbiakkan, sebagai sumber penghasilan tahunannya.

Parmusi juga berupaya membantu membuka akses pembiayaan perbankan untuk modal kerja para dai ataupun usaha para pengurus daerah, wilayah, dan pusat.

Menghadapi kondisi yang dilematis seperti itu, kata dia, Parmusi mengajak umat muslim Indonesia untuk bersikap peduli.

Dia menjelaskan, untuk mendukung program dakwah Desa Madani tersebut, Parmusi membutuhkan dana sebesar Rp 101 miliar untuk 340 desa di 34 provinsi. Dengan pembagian 10 desa per satu provinsi.

“Sungguh merupakan kemuliaan, bilamana hari ini kita menyisihkan sebagian apa yang telah kita dapatkan untuk membangun kembali negeri ini dengan mendukung program dakwah Desa Madani,” terang Usamah.

“Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan Islam yang telah berkhidmat untuk melaksanakan gerakan dakwah, saat ini Parmusi berikhtiar untuk memberikan kontribusi membangun bangsa dan negara secara konkret, khususnya membangun kemajuan dan peradaban umat Islam Indonesia, Islam yang rahmatan Iil ’aIamin,” demikian Usamah. (ham)

Bagikan Ini :