Ahmad Dani Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id – Kasus pencemaran nama baik yang menjerat musisi dan juga politisi Gerindra, Ahmad Dhani telah masuk ke kejaksaan dan menunggu jadwal sidang.

Dhani yang sehabis menemui pimpinan DPR RI Fadli Zon yang membicarakan kasusnya itu di DPR, kepada wartawan mengaku sangat siap menghadapi persidangan nanti. Ia mengaku mempunyai bukti-bukti bahwa kasus pencemaran nama baik yang disangkakannya itu penuh dengan kejanggalan.

“Ya siap. Kita juga sudah ada bukti-bukti,” ucap Dhani di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/18).

Bukan itu saja, Caleg Gerindra ini juga siap akan membacakan pledoi kalau dirinya bersalah. “Ya nanti saya akan membacakan Peledoi di pengadilan ‘Ahmad Dhani Menggugat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kasus Dhani di Surabaya bermula saat dirinya hendak menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden, namun dicegah sejumlah massa untuk keluar dari Hotel Majapahit. Dhani pun mengunggah video di akun Facebooknya dan menyebut orang-orang yang mencegahnya merupakan idiot.

Lalu, sejak 18/10/2018, Ahmad Dhani telah resmi di tetapkan sebagai tersangka. Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka setelah diadukan atas kasus pencemaran nama baik.

Hanya saja, Kuasa Hukum Ahmad Dhani Aldwin Rahadian di depan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, meminta agar komisi III DPR RI memanggil Kapolda Jatim untuk tidak memaksakan kasus pencemaran nama baik yang sedang menjerat Dhani.

Hal itu diminta oleh pihak Dhani, karena mereka melihat, kasus yang menjerat Dhani saat ini sangat dipakasakan dan penuh dengan kejanggalan.

Kejanggalan itu disebutnya mulai dari delik aduan yang dinilainya pihak pelapor belum jelas sampai saat ini, Dhani juga disebutnya tidak menyebutkan objek hukum.

sehingga dinilai tidak layak dikategorikan mencemarkan nama baik.

“Dia (Dhani) berkata idiot. Enggak ada seseorang pun yang dia sebut subjek hukumnya,” ujar Aldwin. (ham)

Bagikan Ini :