Petugas sedang merapikan KTP-Gambar Ilustrasi/Foto : Net

telusur.co.id – Pemerintah harus segera melakukan pembenahan terhadap bocornya blangko elektronik Kartu Tanda Penduduk yang diperjual belikan di pasaran. Hal itu, agar tidak ada panyalahgunaan saat penylenggaraan pemilu serentak.

Demikian disampaikan Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (6/12/18).

“Jangan sampai nanti ada DPT siluman di pemilu akibat pemerintah tidak becus membereskan persoalan e-KTP. Pemerintah harus segera selesaikan kasus ini. Jangan sampai dokumen negara disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu di pemilu,” kata Ferry dalam keterangannya, Kamis (6/12/18).

Saat ini dirinya mengaku heran mengapa blangko e-KTP asli dengan spesifikasi resmi milik pemerintah itu bisa beredar di pasaran. Seharusnya, sebagai dokumen negara yang memuat data identitas WNI yang sudah memiliki hak pilih di pemilu, blangko e-KTP tidak boleh bocor.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini pun meminta KPU mengantisipasi potensi terjadinya penggelembungan DPT pemilu 2019 sebagai buntut dari kebocorang blangko e-KTP.

“Kita harus pastikan DPT pemilu 2019 akurat. DPT ini kan basisnya data kependudukan. Kalau blangkonya bocor, bisa jadi data kependudukannya tidak akurat,” kata Ferry.

Lebih lanjut, Ferry meminta semua pihak untuk memberikan atensi khusus terhadap data pemilih. Sebab, data pemilih akan menentukan legitimasi pemilu 2019.

“Soal data pemilih ini kan prinsip. Kalau pesta demokrasinya berlangsung lancar, tertib, berkualitas, tapi kalau datanya nggak bener kan jadi bermasalah,” kata Ferry.[far]

Bagikan Ini :