Anggota DPD asal Papua Charles Simaremare. Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id. Senator asal Papua Charles Simaremare mendesak pemerintah memprioritaskan kontraktor lokal (Papua) untuk mengerjakan dan membangun infrastruktur-infrastuktur Papua. Alasannya ekonomi daerah akan bergerak dan aliran dana berputar di daerah. “Tapi kalau kontraktor asal Jakarta yang mengerjakan proyek di Papua, maka aliran uang akan kembali ke Jakarta lagi. Jelas tidak ada dampaknya bagi masyarakat Papua,” kata Senator asal Papua Pendeta Charles Simaremare dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

 

Apalagi, kata Charles, proyek jembatan yang dikerjakan tidak terlalu sulit dan besar. Karena itu, sebenarnya bisa ditangani kontraktor lokal. Seperti diketahui, dalam kasus pembunuhan 31 pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), BUMN tersebut sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.
“Kalau memang proyek itu sangat besar dan kontraktor lokal tak sanggup mengerjakannya, karena membutuhkan keahlian yang tinggi, ya ok lah, bisa dikerjakan kontraktor luar,” tambahnya

 

Malah Charles Simaremare mengkritik kebijakan pemerintah yang banyak meloloskan kontraktor-kontraktor pusat mengerjakan proyek daerah. Alasannya macam-macam, ada yang karena rekomendasi dari dirjen atau pemerintah pusat. “Kita sendiri tidak tahu, apa memang benar demikian. Akibatnya, kontraktor lokal hanya menjadi penonton saja. Stoplah aksi droping-droping kontraktor dari pusat,” terangnya lagi.( Btp)

Bagikan Ini :