Ilustrasi

telusur.co.id- Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Bung Karno Syamsul Bachtiar mengaku prihatin dan miris dengan kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini.Alasannya, budaya Indonesia yang lebih mengedepakan nilai-nilai kesopanan dan kebersamaan, kian terkikis.

“Sebagai anak bangsa saya merasa prihatin dengan sikap dan prilaku bangsa ini khususnya di tahun politik seperti ini. Bangunan kebersamaan yang merupakan spirit dari Kebhinekaan tak nampak lagi. Prilaku saling mencaci dan membenci hanya karena beda orientasi politik justru kian mencuat. Kami barisan anak-anak muda yang cinta kepada negara ini meminta kepada para elit politik untuk tidak mengumbar kegaduhan politik di ruang publik,” ujar dia dalam siaran persnya, Kamis (6/12/18).

Bachtiar, yang juga aktivis anti narkoba itu, meminta kepada para elit politik nasional untuk lebih mengedepankan cara-cara berpolitik yang penuh kesantunan.

“Elit politik ini harus memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat bukan memberikan contoh yang jauh dari nilai-nilai kepribadian bangsa ini yakni nilai-nilai kepribadian berdasarkan Pancasila. Janganlah kegaduhan menjadi legacy untuk generasi penerus peradaban bangsa ini,” tegasnya.

Ia pun mengimbau agar kontestasi pemilu baik itu pilpres maupun pileg agar dijadikan sarana saling menguatkan bangunan kebangsaan.

“Pileg maupun pilpres nanti harusnya dijadikan alat memperkuat bangunan demokrasi kita, demokrasi yang berpijak pada spirit Pancasila,” ujar dia.

Sementara itu, Sekjen Pemuda Bung Karno Reynaldo Andreas mengajak kepada seluruh elemen bangsa ini untuk lebih merekatkan nilai-nilai persatuan bangsa ditengah suhu politik yang kian memanas saat ini.

“Berbeda pilihan politik boleh karena itu hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, jangan sampai perbedaan itu justru saling menjauhkan kita sesama anak bangsa,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :