Foto HIV AIDS Ilustrasi: Net

telusur.co.id – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat dalam kurun waktu 2000-2018 total warga yang tertular HIV dan sebagian sudah AIDS mencapai 1.373 orang.

Begitu disampaikan Ketua KPA Kota Sukabumi, Achmad Fahmi di Sukabumi, Kamis (6/12/18)

“Kami setiap tahun selalu menemukan kasus baru yang rata-rata di atas 100 kasus, seperti dalam tiga tahun terakhir ini tercatat pada 2016 penderita HIV sebanyak 129 orang, 2017 mencapai 160 orang dan 2018 sebanyak 120 orang,” kata dia.

Dikatakan Fahmi, Penyebabkan tingginya kasus HIV dan AIDS di Kota Sukabumi lantaran penggunaan narkoba suntik (penasun) yang beralih kehubungan seksual seperti kaum lelaki seks lelaki (LSL), pelanggan wanita pekerja seks (WPS) maupu WPS nya itu sendiri.

Seharusnya semua pihak harus fokus untuk menghindari segala kemungkinan, untuk menekan angka penyebaran penyakit yang belum ada obatnya ini khususnya kepada usia paling rentan tertular seperti kalangan remaja.

“Sosialisasi pengenalan dan pencegahan HIV secara rutin dilakukan kepada pelajar, mahasiswa dan populasi kunci. Ini dilakukan agar sejak dini mengetahui bagaimana HIV bisa menular dan mencegahnya,” ujar Achmad.

Selain itu, tidak kalah pentingnya untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap para penderita HIV/AIDS di masyarakat. Sebab mereka yang tetular sama seperti warga pada umumnya mempunyai hak dan kewajiban.

Sementara Ketua Pelaksana Penyelenggara Hari AIDS Sedunia tingkat Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya mengatakan pihaknya mendorong semua orang mengetahui status infeksi HIV melalui pemeriksaan.

“Pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui apakah tertular atau tidak sangat penting, jika positif mengidap, maka kami akan langsung memberitakan terapi dan pengobatan serta identitasnya pun dirahasiakan,” katanya.[far]

Bagikan Ini :