diskusi Prodem bertajuk 'Impor Pangan Kebutuhan Siapa?/foto:telusur.co.id

telusur.co.id – Direktur Eksekutif Advokat Pro Demokrasi, Martin Siwabessy, melihat ada sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam proses impor bahan pangan.

Menurutnya, sangat janggal ketika pemerintah memaksakan impor di tengah petani menjelang panen raya dan nilai tukar dolar yang masih tinggi.

“Impor jadi persoalan, karena di tengah panen raya, dan dolar lagi tinggi, kok malah impor,” kata Martin dalam diskusi Prodem bertajuk ‘Impor Pangan Kebutuhan Siapa?’ di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/18).

“Kejanggalan ini bukan hanya kami yang meemukan. Institusi negara seperti BPK, Bulog dan lainnya juga melihatnya,” tambahnya.

Karenanya, pihaknya mengirimkan somasi ke Kementerian Perdagangan. Martin juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan atas proses impor yang dinilai janggal tersebut.

Martin pun menduga, bisa saja Kepala Bulog Budi Waseso yang begitu kritis terhadap kebijakan impor Menteri Perdagangan dan pemerintah secara umum, akan bernasib seperti Rizal Ramli yang akhirnya disingkirkan dari kabinet Jokowi.

“Pak Buwas ini karena terlalu kritis, bisa saja nasibnya seperti Pak Rizal Ramli,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, Advokat Pro Demokrasi memberikan dukungan kepada Budi Waseso untuk membongkar dan memberantas mafia impor di negeri ini.

“Mungkin kami satu-satunya organisasi berbadan hukum yang melakukan dukungan kepada Pak Buwas dan meminta KPK menyelidiki persoalan impor ini,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :