Tokoh Komunitas Tionghoa, Lieus Sungkharisma (kedua dari kiri) dalam Diskusi "Impor Pangan Kebutuhan Siapa di Jakarta, Kamis (6/12/18)/foto: fahrihaidar

telusur.co.id – Tokoh Komunitas Tionghoa Anti Korupsi, Lieus Sungkharisma mengungkapkan, sebenarnya daftar nama para mafia di Republik Indonesia semuanya sudah ada di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Cuma yang jadi permasalahan adalah tidak adanya niat untuk memberantasnya.

“Niatnya ga ada, niat untuk berantas ini (mafia impor) ga ada. Soal beras, aneh republik Indonesia yang luasnya dahsyat, iklim kondusif, pernah swasembada pangan, tapi kok kudu impor,” kata Lieus dalam diskusi Prodem bertajuk ‘Impor Pangan Kebutuhan Siapa?’ di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/18).

Kenapa ini terjadi? Menurut Lieus kalau dilakukan swasembada pangan, yang makmur petaninya.

“Kalau swasembada pangan, petaninya jadi makmur, pejabatnya ga dapet apa-apa. Makanya ga ada lagi swasembada pangan,” ujarnya.

Lieus mengaku, dirinya sudah berkeliling melihat berbagai permasalahan yang ada di republik ini. Dari hal itu, dia mengambil kesimpulan, bahwa solusi atas berbagai permasalahan di bangsa ini.

“Saya udah muter-muter keliling, obatnya cuma satu, 2019 ganti presiden, ga ada lagi. Dulu saya pendukung jokowi 2014, tapi udah kapok,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, soal pemberantasan korupsi, seorang Novel Baswedan yang berani disiram air keras, tapi hampir 2 tahun kasus tersebut, pemerintah hanya diam.

“Jadi problem ini semua selesai kalau 2019 ganti presiden. Jadi saya lihat, kita jangan terulang lagi dukung Jokowi. Udah jadi, dia lupa,” pungkasnya.[far]

Bagikan Ini :