Habib Bahar Bin Smith (berkaca mata)/Net

telusur.co.id – Habib Bahar bin Smith akan ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, dan dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dengan menyebut ‘banci’.

Penetapan Bahar bin Smith sebagai tersangka apabila sejumlah alat bukti dan barang bukti telah cukup.

Saat ini, penyidik Bareskrim Polri masih mempertimbangkan dan mengkajinya dengan melakukan gelar perkara.

“Ada mekanisme, selama alat bukti cukup bisa saja (jadi tersangka),” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/18).

Untuk saat ini, kata Syahar, status Bahar masih saksi terlapor. Mabes Polri mengapresiasi adanya keinginan dan iktikad baik Bahar yang sudah mau datang untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

“Alhamdulillah tadi sesuai panggilan sudah hadir,” kata Syahar.

Diketahui, pria berambut pirang itu akhirnya memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan. Bahar sendiri telah dipanggil Bareskrim untuk diperiksa, Senin (3/12/18).

Namun ia tidak memenuhi panggilannya alias mangkir dengan alasan belum menerima surat panggilan.

Bahar dilaporkan lantaran mengatakan bahwa Jokowi banci. Setidaknya terdapat dua laporan yang ditujukan pada habib Bahar Smith. Laporan tersebut ada di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. [ipk]

Bagikan Ini :