telusur.co.id – Dalam Rangka Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, yang akan dilakukan, 9 Desember 2018, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Hukum (Ammpuh) menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPK, Jalan HR Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/18).

Mereka, melakukan aksi terkait dugaan kasus korupsi dana KUR PT. Ipasar, yang menjadikan Bupati Dompu H. Bambang M.Yasin sebagai tersangka.

“Hari ini kita hadir di gedung anti rasua ini, sebab kita menduga kuat ada konspirasi oleh deputi penindakan KPK, yaitu Brigjen Firli dengan Bupati Dompu,” kata Rusdyansyah orator aksi.

“Karna itu mari kita lawan pejabat korupsi di Dompu.”

Di lokasi yang sama, koordinator aksi, yang juga tokoh masyarakat Dompu, Dedy Kusnady mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membongkar dan menuntaskan dugaan suap dan gratifikasi yang di lakukan oleh PT. Ipasar kepada para Kepala Daerah yang daerahnya penghasil pangan.

Karena, dalam rangka menghegemoni penguasaan hasil pangan di seluruh Indonesia yang dapat menyengsarakan petani dan seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Dedy, untuk mebongkar dugaan suap dan gratifikasi PT itu kepada para Kepala Daerah, KPK, harus menuntaskan skandal suap dan gratifikasi dari PT itu kepada Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin, senilai Rp 2,5 Miliar dengan modus dana pendamping KUR Petani Jagung Kabupaten Dompu Tahun 2010-2011.

“Berdasarkan Hasil temuan PPATK dan Bukti Surat Somasi Permintaan Pengembalian Uang dari PT. iPasar Kepada Bupati Dompu,” kata Dedy.

Tidak hanya itu, Dedy juga menjelaskan bahwa sejak tahun 2016 sampai sekarang, Bambang M. Yasin telah berstatus tersangka korupsi kasus penerimaan CPNS K2 Dompu yang merugikan negara Rp 3,5 Miliar, namun masih mandek di Polda NTB.

“Untuk itu kami mendesak KPK segera pangil dan tangkap pimpinan PT. Ipasar dan Bambang M. Yasin.”

Kemudian, meminta KPK ambil alih seluruh kasus yang melibatkan Bambang M.Yasin yang sedang di tangani oleh Kepolisian dan Kejaksaan.

“Meminta pertanggung jawaban Deputi Penindakan KPK Bapak Firli yang telah menetapkan Bambang M.Yasin sebagi tersangka kasus K2 Dompu, pada saat Bapak Firli menjadi Kapolda NTB,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :