Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto (kiri) mengadfalan peetemuan dengan Ketua Parkemen Negara Persatuan Myanmar, UT Khun Myat/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto melakukan melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Negara Persatuan Myanmar U T Khun Myat. Dalam pertemuan tersebut Parlemen Indonesia dan Parlemen Myanmar sepakat membentuk Grub Kerja Sama Bilateral (GKSB) guna membina dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerjasama antar anggota parlemen yang terhimpun dalam parlemen kedua negara.

Dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/12/18), Utut Adianto menjelaskan bahwa Parlemen Myanmar sangat senang dan merasa dihormati atas kunjungan dari DPR RI dan menginginkan hubungan baik antara Indonesia dan Myanmar perlu terus dibina dan di tingkatkan.

“Dia (U T Khun Myat) sangat senang kita hadir dan merasa dihormati, tetapi ini bukan basa basi saya lihat, karena memang kunjungan anggota kita kesini relatif gak ada, dan intinya mereka ingin antar parlemen ini bisa saling berdaya,” katanya kunjungan kerja muhibah ke Negara Republik Persatuan Myanmar yang dimaksudkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri melalui diplomasi parlemen, Kamis (6/12/18).

Pertemuan tersebut saling bertukar Informasi terkait dengan perkembangan kedua negara. diantaranya ekonomi, dan tentang perpindahan ibukota.

Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Jawa Tengah VII (Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen) ini pun memberikan penjelasan bahwa DPR RI sangat mendukung penuh APBN, dari penerimaan negara 20 persen buat pendidikan dan 5 persen buat kesehatan.

“2 hal yang menurut DPR adalah mandatori negara kepada rakyatnya. Jadi kita yang dari APBN yang sekarang Rp2.641 T, itu 20 persen buat pendidikan dan 5 persen buat kesehatan,” jelasnya.

Kunjungan ini mengunjungi Parlemen Republik Persatuan Myanmar, Menteri Pariwisata Republik Persatuan Myanmar, dan Duta Besar Republik Indonesia di Myanmar,  diikuti Anggota Komisi VII Tony Wardoyo (F-PDIP), Anggota Komisi X My Esti Wijayanti (F-PDIP), Anggota Komisi VIII Diah Pitaloka (F-PDIP), dan Anggota Komisi Komisi II Tuti N. Roosdiono (F-PDIP), serta didampingi Minister Counselor Budimansyah.[far]

Bagikan Ini :