Foto: Lokasi penembakan Herdi di Jalan Jelambar Aladin, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

telusur.co.id – Kasus pembunuhan di Penjaringan Jakarta Utara yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan masyarakat mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Korban pembunuhan yang bernama Herdi alias Acuan (45) dibunuh oleh beberapa orang dengan cara ditembak di hadapan umum di jalan depan rumahnya pada malam hari tanggal 20 Juli 2018.

Polda Metro Jaya berhasil menangkap otak dan jaringan pembunuhan ini di beberapa tempat di Jakarta, Bekasi dan Maluku.

Penangkapan juga disertai dengan penyitaan beberapa alat bukti yang digunakan para tersangka dalam melakukan pembunuhan termasuk senjata api yang diduga digunakan untuk menembak korban.

Beberapa orang tersangka yang terlibat dalam pembunuhan ini, termasuk otak yang merencanakan dan memerintahkannya, sudah ditahan dan perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan.

Namun beberapa orang tersangka lain yang sebelumnya sudah ditahan di Kepolisian saat ini diketahui sudah dilepaskan karena penahanannya ditangguhkan. Belum diketahui apa alasan Kepolisian memberikan penangguhan penahanan kepada para
tersangka tersebut.

Korban Herdi alias Acuan yang meninggal dunia dalam pembunuhan ini meninggalkan seorang Istri dan empat orang anak perempuan yang masih dibawah umur. Keluarga korban termasuk Istri dan adik korban mengaku sudah menerima surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk datang memberi kesaksian pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara tanggal 11 Desember 2018 mendatang.

Dewi (39), istri korban mengatakan keinginannya untuk bisa hadir memberikan kesaksian di Pengadilan.

“Saya akan hadir, namun harus terlebih dahulu mengurus izin cuti dari tempat kerja saya,” kata Dewi, Jumat (7/12/18).

Dewi mengungkapkan, saat ini dirinya harus bekerja sendiri dan mengurus anak-anak yang masih dibawah umur karena ditinggal pergi suaminya yang dibunuh dengan keji oleh komplotan pembunuh ini.

Ketika dimintai tanggapannya terhadap persidangan ini, istri dan adik korban mengungkapkan keinginannya agar Jaksa dan Pengadilan dapat memutuskan hukuman yang maksimal kepada para terdakwa.

“Kami ingin agar para pembunuh suami saya mendapat hukuman maksimal,” ujar Dewi.

Diketahui bahwa berdasarkan ketentuan pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana seperti yang diduga dilakukan para terdakwa ini diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup. Keluarga korban juga mengungkapkan kesedihannya karena beberapa tersangka hingga saat ini masih ditangguhkan penahanannya oleh Polda Metro Jaya sehingga keluarga korban merasa terancam keselamatannya

Atas persoalan ini keluarga korban diketahui sudah membuat pengaduan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan sudah meminta perlindungan dari LPSK.

Sebelumnya diketahui, seorang pengusaha bernama Herdi meninggal dunia karena ditembak orang tidak dikenal, pada Jumat (20/7/18), sekira pukul 23.30 WIB. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Jelambar Aladin, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.[far]

Bagikan Ini :