telusur.co.id – tragedi kemanusiaan yang terjadi di Tanah Papua, dan telah menelan korban jiwa serta tindakan penghinaan terhadap NKRI, yang dilakukan dalam bentuk pembakaran bendera merah putih yang ditunjukkan secara demontratif dengan ini menuai kecaman berbagai pihak termasuk Majelis Nasional KAHMI.

Oleh karenanya, MN KAHMI mengutuk keras aksi keji tanpa perikemanusiaan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka itu.

“Mendesak aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum dengan tegas
terhadap pelaku kejahatan kemanusian di Tanah Papua,” ungkap Koordinator Presidium KAHMI Hamdan Zoelva melalui keterangannya, Jumat.

Menurut Hamdan, aksi yang dilakukan separatis di Papua sudah terlalu banyak
korban sipil dan aparat negara akibat tindakan kekerasan dan terorisme di
Papua. Oleh karena itu, untuk menghindari jatuh nya korban jiwa dimasa mendatang, mendesak pemerintah untuk menetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi teroris.

“Mendesak agar aparat keamanan harus lebih meningkatkan fungsi public services kepada masyarakat agar tercipta rasa aman, nyaman, terlindungi, dan pengayoman, dan meningkatkan kemampuan deteksi dini dan antisipatif, untuk mencegah tindakan kejahatan terulang kembali,” anjurnya.

Hamdan juga mendesak kepada aparat Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menagkap segera pelaku pembakaran bendera merah putih dan menghimbau kepada aparat KAHMI seluruh Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia
umumnya untuk mewaspadai gerakan separatis yang merongrong kewibawaan
NKRI, serta kehormatan Bangsa Indonesia, dengan menunjukkan sikap dan komitmen yang jelas menghadapi tindakan brutal dari kelompok separatis di Papua dan Papua Barat.

Meminta kepada Pemerintah untuk tidak berhenti membangun di Tanah Papua,
karena bagian integral dari wilayah NKRI yang harus mendapatkan kesejahteraan dan keadilan.

Terakhir, Hamdan mewakili Majelis Nasional KAHMI ikut berbela sungkawa kepada para keluarga korban penembakan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). (ham)

Bagikan Ini :