Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera/foto: Net

telusur.co.id – Kasus jual beli blanko elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) dipasaran online dikhawatirkan menjadi pintu masuk adanya kecurangan di Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan, Presiden 2019.

Begitu disampaikan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (7/12/18).

“Bisa tapi saya tidak mau suudzon,” ucap dia.

Dijelaskan Mardani, persoalan jual beli blangko e-KTP tidak bisa dianggap remeh atau persoalan sepele. Pasalnya tidak satu toko yang menjual barang tersebut akan tetapi lebih dari itu.

“Jangan pernah mencari siapa yang salah, tetapi cari dimana letak kesalahannya. Misalnya pucuknya ketangkap tapi gunung es besarnya enggak ketangkap. Itu namanya kita enggak menyelesaikan masalah,” tuturnya.

Untuk itu dirinya meminta kasus tersebut dapat segera dituntaskan dan meminta pihak pemerintah melakukan audit untuk melihat sumber persoalan penjualan blanko online.

Sebelumnya, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arief Fakrulloh membantah bahwa penjualan blangko lantaran sistem yang jebol.

Akan tetapi dia menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku penjualan blangko e-KTP.

” Ada seorang anak mengambil blanko yang dibawa oleh anaknya yang kebetulan Kepala Dinas Dukcapil di Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Ayahnya sekarang sudah pensiun. Ini blangko yang dicetak Februari dan dikirim ke daerah Maret,” terang dia saat Dukcapil menggelar rapat dengan Komisi II DPR pada Kamis (6/12/18).[far]

Bagikan Ini :