Mahkamah Agung /foto:net

telusur.co.id – Penetapan tersangka Lasito yang menjabat sebagai hakim di Pengadilan Negeri (PN) Semarang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mendapat respon Mahkamah Agung (MA).

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA Abdullah menegaskan bahwa MA telah memutuskan untuk memberhentikan sementara Lasito.

“Terhadap hakim LAS (Lasito) diberhentikan sementara,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA Abdullah di Gedung MA, Jakarta, Jumat (7/12/18).

Langkah itu kata Abdullah diputuskan dalam rapat pimpinan hakim agung yang di gelar pada hari Kamis (6/12), karena tindakan tersebut sangat mencoreng MA

“Hal ini tidak saja jatuhkan citra dan wibawa MA, tetapi juga merusak citra bangsa dan negara Indonesia di mata dunia,” kata Abdullah.

Sebelumnya pada hari Kamis (6/12/18), KPK menetapkan Bupati Jepara periode 2017 s.d. 2022 Ahmad Marzuqi (AM) bersama hakim pada PN Semarang Lasito (LAS) sebagai tersangka kasus suap.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan penyelidikan sejak November 2017, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa memberikan hadiah atau janji kepada Lasito yang merupakan hakim tunggal praperadilan di PN Semarang.

Suap tersebut diberikan terkait dengan putusan atas praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik dengan tersangka Bupati Jepara.

KPK menduga suap tersebut diberikan untuk memengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepada LAS untuk diadili terkait dengan putusan gugatan praparadilan yang diajukan oleh AM atas penetapan dirinya sabagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di PN Semarang pada tahun 2017.[far]

Bagikan Ini :