telusur.co.id-Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin berhasil membekuk 2 kurir pembawa Narkoba jenis sabu- sabu seberat 5 Kilogram, disalah satu hotel di Kota Banjarmasin.

Penangkapan Muhammad Arief Firdaus alias Arief (21) warga Komplek Pondok Cilegon Indah Cilegon Jawa Barat dan Muhammad Fahryzal alias Rizal (22) warga Jalan Mawar Komplek Jakarta Timur X Sari Pasar Baru Jakarta Timur ini bermula adanya informasi akan masuknya narkoba jenis sabu-sabu jaringan Malaysia ke Banjarmasin melalui Padang Sumatera Barat.

Menurut Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto, pengungkapan kasus ini dengan berbekal informasi yang masuk dari masyarakat pada akhir November 2018 lalu, membuat petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin langsung mengikuti 2 kurir dari Padang Sumatera Barat yang kemudian terbang ke Surabaya Jawa Timur lalu menuju Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, kurang lebih selama sepekan atau 7 hari atau sejak Senin (26/11).

“Alhamdulillah sebuah prestasi diungkap jajaran Satresnarkoba Polresta Banjarmasin, ini merupakan bentuk sinergisitas dengan masyarakat terus terjalin untuk memberantas Narkoba,” ujar Sumarto, saat pres rilis pengungkapan 2 kurir sabu-sabu seberat 5 Kilogram, dihalaman Polresta Banjarmasin, Kamis (06/12) siang.

Lebih lanjut Sumarto menjelasalkan bahwa usai kedua kurir memasuki wilayah hukum Polresta Banjarmasin langsung dibekuk disebuah hotel di kawasan Jalan Brigjen Haji Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin, pada (01/12) sekitar pukul 02.00 wita.

“Saat dibekuk barang bukti berhasil ditemukan petugas diantaranya disembunyikan di selangkangan kedua pelaku dan tas kecil yang dibawa pelaku, 5 Kilogram sabu-sabu ini terpecah menjadi 7 paketan besar dan para kurir ini dijanjilan mendapatkan upah sebesar 18 juta rupiah per paketan besar,” jelas Sumarto.

Kini, tambah Sumarto pihak nya akan terus melakukan pengembangan siapa pemesan dan kemana rencana akan diedarkan.

“Sampai saat ini petugas melakukan pengembangan dan mohon doa nya supaya jaringan ini bisa terungkap,” pungkas Sumarto.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani mengungkapkan bahwa dengan terungkapnya jaringan Internasional Malaysia ini masih menjadikan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai sasaran peredaran narkoba dan ini harus diwaspadai dan diberantas sampai ke akarnya.

“Mari kita semua merapatkan barisan untuk memberantas peredaran narkoba di Bumi Antasari, jangan sampai merajalela,” pinta Irjen Pol Yazid Fanani, yang turut serta hadir dalam pers rilis.[Gustadi].

Bagikan Ini :