(Konferensi pers Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) terkait penyerangan OPM. FOTO: telusur.co.id/Tio Pirnando)
telusur.co.id- Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) mencurigai penembakan terhadap pekerja konstruksi dari PT Istaka KaryaI di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua,  ada kemungkinan keterlibatan atau intervensi dari asing.
Ketua Umum  PPAD, Letjend TNI (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, dugaan ini bukan tanpa dasar. Karena, kelompok Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (GSB-OPM) yang sekarang berubah nama menjadi United  Liberation Movement West Papua (ULMWP) berkedudukan di beberapa negara di luar negeri, salah satunya di Vanhatu
”Vanhatu sangat gencar membantu OPM dalam kemerdekaan mereka,” kata Kiki dalam konferensi pers di kantornya, Kawasan Matraman, Jakarta, Jumat (7/12/18).
Selain di Vanhatu, lanjut Kiki, ULMWP juga berkedudukan di New York, Belanda, dan Inggris.
Lebih lanjut, Ia menegakan, Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, apapun resikonya Papua harus di pertahankan.
“Ingin saya katakan bahwa ini adalah masalah Papua, bagian dari wilayah NKRI. Jadi apapun resikonya itu harus dipertahankan,” tandasnya.[far]
Bagikan Ini :