Foto: Kantor Berita AFP

telusur.co.id- Turki mendesak Utusan Khusus PBB untuk Suriah James Jeffrey agar menghilangkan pos pemeriksaan di Suriah Utara. Tujuannya mencegah bentrokan antara pasukan Turki dan anggota milisi Kurdi Suriah yang didukung AS.

Selama pertemuan dengan Jeffrey, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menyampaikan permintaan Ankara dan mendesak Amerika Serikat agar memutuskan hubungan dengan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Turki memandang YPG sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang dan dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

“Turki takkan mengizinkan terbentuknya koridor teror di perbatasan selatannya,” demikian isi pernyataan dari Kementerian Pertahanan Turki setelah pertemuan itu, dilansir dari, Sabtu.

Ketika berbicara kepada wartawan setelah pertemuan tersebut, Jeffrey mengatakan, pos militer AS di dekat perbatasan Turki di Suriah Utara bertujuan “mengurangi tembakan pelecehan” dan “menjamin keamanan wilayah tersebut, termasuk Turki”.

“Itu untuk kepentingan Turki, kepentingan kita dan rakyat Suriah Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, pos itu akan “mencegah siapa saja” melepaskan tembakan ke dalam wilayah Turki dari seberang perbatasan.

Hubungan antara Turki dan Amerika Serikat telah tegang sejak Washington memberi dukungan buat YPG.

Amerika Serikat telah lama mengeluh ketegangan antara Turki dan YPG kadang-kala memperlambat kemajuan dalam perang melawan IS di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah.

Keputusan AS untuk membuat pos pengamatan di Suriah Utara di sepanjang perbatasan Turki diambil setelah Angkatan Bersenjata Turki melepaskan tembakan artileri ke posisi YPG di sebelah timur Sungai Eufrat di Wilayah Kobane, Suriah Utara, pada November.

Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa meriam howitzer Turki menembak sasaran YPG di Wilayah Zor Magar di sepanjang garis perbatasan Suriah-Turki.

Militer Turki melancarkan dua operasi besar di Suriah Utara dalam dua tahun belakangan ini untuk mengusir anggota YPG ke luar daerah di sebelah barat Sungai Eufrat, tapi harus berhenti di sungai itu guna menghindari bentrokan dengan tentara AS di sana.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Amerika Serikat dan Turki pada Juni, sepakat untuk bekerja sama di Manbij, sebelah barat Sungai Eufrat, bagi mundurnya anggota YPG setelah Ankara berulang kali mengancam akan menyerang kota itu.

Kesepakatan Manbij menyoroti bukan hanya pemindahan YPG dari kota kecil tersebut, tapi juga bergabung dalam patroli tentara AS dan Turki dan pembentukan pemerintah lokal baru dan personel militer yang bersih dari anggota YPG.

Setelah pertemuan kelompok kerja tingkat tinggi AS-Turki mengenai Suriah, satu pernyataan bersama mengatakan kedua pihak berkomitmen bagi kemajuan yang dipercepat dan nyata mengenai peta jalan Manbij paling lambat akhir tahun ini.

Mereka sepakat untuk mengerjakan perencanaan gabungan berkaitan dengan daerah lain sebagaimana disebutkan di dalam peta jalan Manbij.

Ankara meminta Washington juga melakukan tindakan serupa di kota kecil lain di sebelah timur Sungai Eufrat, sehingga YPG akan dihapuskan di wilayah itu.

Kesepakatan Manbij adalah model buat kerja sama AS-Turki di Suriah dalam upaya mewujudkan perdamaian di negara yang dicabik perang tersebut, kata utusan AS itu.[tp]

Bagikan Ini :