Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI)Kayono Wibowo.Foto.telusur.co.id

telusur.co.id – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, aksi yang dilakukan oleh Komite Penyelamat Aset Negara (KPAN) di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan, sudah tepat.

Menurut dia, penyebab adanya aksi itu lantaran pihak tergugat, dalam hal ini Yayasan Supersemar, baru mengembalikan aset negara sebesar Rp242 miliar dari Rp 4,4 triliun.

“Kan masih banyak yang harus dikembalikan. Jadi pihak tergugat harus segera mengembalikan seluruh aset itu ke negara,” kata Karyono kepada wartawan, Senin (17/12/18).

Karyono berdalih, ada dugaan iktikad yang kurang bagus dari pihak tergugat. Dimana, mereka diduga tidak ingin mengembalikan aset-aset tersebut.

“Saya melihat ada itikad yang tidak baik dari pihak tergugat. Mereka terkesan untuk menghindar dan terkesan tidak ingin membayar atau mengembalikan,” imbuhnya.

Dijelaskan Karyono, bentuk keengganan pihak tergugat mengembalikan aset negara itu, sebagai contoh, adanya pengerahan sejumlah orang untuk menghalang penyitaan aset tersebut.

“Tidak perlu menghalang-halangi seperti itu. Justru mereka harus taat hukum. Ini kan sudah termasuk melawan hukum ini,” tegasnya.

“Nah, saya melihat mereka sudah ada indikasi kuat jika mereka ingin melawan hukum. Akhirnya apa? Akhirnya nanti mereka (pihak tergugat) ini akan berhadapan dengan rakyat,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :