FORHATI Berusia 20 Tahun/ foto: istimewa

telusur.co.id  – Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) secara bersungguh-sungguh dan tanpa henti akan selalu memperjuangkan pengertian bagi perempuan dan anak untuk mendanai hak-hak hidup yang wajar dan layak sesuai dengan standar hak asasi manusia, khususnya dalam pengalaman rasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari- hari secara proporsional.

“Perlakuan yang adil untuk anak-anak dan anak-anak untuk melakukan beragam dari berbagai bentuk tindak kekerasan, baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan kekerasan fisik, termasuk pelecahan seksualitas, baik dalam masyarakat,” tegas Presidium Majelis Nasional Forhati, Hanifah Husein pada acara peringatan 20 Tahun Forhati, salam keterangan yang diterima (12/12/18).

BACA JUGA :  FORHATI Ingatkan DPR soal RUU PKS

Hanifah menegaskan, organisasi yang dipimpinnya akan terus berkuasa membuat akses kaum perempuan menuju modal usaha. Karena itu dia keuangan dan Bank Indonesia memperluas jangkauan inklusi keuangan yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan keluarga.

“Hak kaum perempuan yang menggunakan pendidikan yang adil dalam mendapatkan kesempatan kerja, mengembangkan karir, sesuai dengan standar kompetensi dan profesionalisme. Kami berusaha untuk mengembangkan sumber daya insani sebagai modal insan bagi bangsa dan negara, ”tegasnya.

Dia juga menuntut adil dan proporsional bagi kaum perempuan dan anak-anak dalam membayar hak layanan kesehatan bagi mereka dan layanan publik lainnya karena itu, kaum perempuan memikul kewajibannya kepada negara.

BACA JUGA :  Bulan Penuh Berkah, Forhati Ajak Umat Ulurkan Tangan Bantu Kaum Dhuafa

Forhati kata Hanifa, juga memberikan perhatian khusus tentang penegakan hukum yang telah menjadi isu global dan menjadi perhatian publik. “KDRT adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum yang adil dan beradab,” ungkap Hanifah.

Dijelaskan, melanjutkan tradisi intelektualnya, Forhati telah melakukan kajian, bahkan menyumbangkan pemikirannya langsung melalui wakil rakyat di DPR untuk penyempurnaan pasal-pasal yang menyebutkan dengan memperlakukan demoralisasi termasuk perilaku seks menyimpang.

“Dengan harapan tidak melupakan momen perjuangan Forhati segera melakukan kajian dan telaah kritis terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual agar semua yang mendukung RUU ini, termasuk Forhati, faham benar apa yang diperjuangkan,”[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini