Training of Trainer untuk para pelatih atau narasumber Madarasah Kader Nahdlatul Ulama MKNU. FOTO: telusur.co.id/Fahri

telusur.co.id – Training of Trainer untuk para pelatih atau narasumber Madarasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Sofyan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat-Sabtu, 21-22 Desember 2018 telah selesai.

Acara ditutup usai pemaparan rencana tindak lanjut (RTL) oleh perwakilan PBNU, Endin AJ Soefihara.

Salah satu peserta Training of Trainer MKNU, Taufik Damas mengungkapkan, banyak materi yang disampaikan sangat menarik dan bermanfaat karena membahas berbagai hal, termasuk soal ideologi NU, sejarah, cita-cita, strategi NU dan lain sebagainya.

BACA JUGA :  Said Aqil Siradj Pastikan Posisi Ma'ruf Amin di Rais Aam PBNU Diganti

“Itu semuanya sangat bermanfaat bagi kader-kader NU. Karena memang materi yang ada itu dirumuskan secara serius oleh tim di bawah PBNU yang merupakan bentuk kepedulian agar NU ini menjadi organisasi yang kuat, dalam artian pada prinsip yang moderat, toleran dan menciptakan Islam yang damai,” kata Taufik usai acara.

Salah satu peserta Training of Trainer MKNU, Taufik Damas. FOTO: telusur.co.id/Fahri

Dia juga mengungkapakan, training ini adalah bentuk sekolah atau madrasah bagi kader-kader NU untuk memperkuat paham ke-NU-an, kemudian posisi NU terhadap negara, serya posisi NU dalam berideologi.

BACA JUGA :  Pasca Pilpres, Masyakarat Diimbau Tak Terprovokasi Isu Hoak

“Dan juga merespon perkembangan zaman, supaya warga NU memiliki pegangan yang kuat dalam menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin,” terangnya.

Dari kegiatan ini, dia berharap, ke depan NU semakin berdaya, dan banyak orang terbuka matanya bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin.

“Yang tidak mengenal istilah ekstrimisme, apalahi terorisme. Dan Islam adalah agama yang ikut andil dalam membangun peradaban dunia, islam ramah, bukan marah,” tandasnya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini