Kosmetik Palsu. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Artis Nia Ramadhani dan Olla Ramlan akan segera dipanggil pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk diperiksa terkait kasus kosmetik palsu. Keduanya dijadwalkan akan diperiksa pada awal tahun 2019 nanti.

Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pemanggilan dilakukan karena kedua artis tersebut masih terikat kontrak pekerjaan menjelang tahun baru.

“Panggilan untuk kedua artis itu (Nia dan Ola Ramlan) akan kembali dilakukan awal tahun depan, karena mereka masih ada kontrak kerjaan menjelang tahun baru yang harus diselesaikan,” kata Rofiq di Surabaya, Sabtu (22/12/18).

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa dua artis yakni Nella Kharisma dan Via Vallen. Mereka telah memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim. Sementara empat artis lainnya berinisial MP, NR, OR, dan DK, dijadwalkan pemanggilan pemeriksaan pada bulan Januari 2019.

BACA JUGA :  Terjun Ke Politik, Olla Ramlan Nyaleg Dapil Cianjur

Rofiq menjelaskan, penyidik telah melayangkan surat kepada Nia Ramadhani dan Ola Ramlan, Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan dalam kasus kosmetik oplosan. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi.

“Pemeriksaan kepada kedua artis itu antara sekitar 3-5 Januari 2019. Kemudian artis lainnya menyusul,” terang Rofiq.

Diketahui, para artis itu telah mempromosikan kosmetik palsu Derma Skin Care (DSC) Beauty. Mereka mendpat bayaran sebesar Rp 7 hingga Rp 15 juta per pekan sekali endorse.

Kosmetik palsu ini diproduksi oleh tersangka KIL di kediamannya di Kediri. Tersangka KIL menjalani praktik ini selama dua tahun dengan omset Rp 300 juta per bulan.

BACA JUGA :  Olla Ramlan Maju Caleg DPR RI dari Nasdem

Bahan kosmetik yang digunakan tersangka merupakan campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. Tersangka membandrol mulai dari harha Rp 350.000 hingga Rp 500.000 per paketnya.

Penyidik pun hingga saat ini terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka KIL yang merupakan pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan merk Derma Skin Care di kediamannya di Kediri.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini