Jimly Asshiddiqie.Foto:Istimewa

telusur.co.id- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai, pelaku yang merusak baliho Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, Sabtu kemarin, dapat dijerat sebagai tindakan pidana pemilu. Terlebih jika pelaku, masuk dalam timses sebuah parta.

“Itu bisa terkena aturan jika memang pelaku terlibat dalam tim sukses dari satu partai atau satu kelompok peserta pemilu, itu bisa terkena pidana pemilu,” kata Jimly di kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat, Minggu (16/12/18).

“Tapi, kalau dia tidak terkait dengan status peserta pemilu, ya tidak akan terkena tindak pidana pemilu, melainkan pidana umum,” sambungnya.

Menurut Jimly, sudah tepat jika Demokrat melaporkan kejadian itu kepada aparat berwajib. Tujuannya agar memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan cara-cara yang barbar seperti itu dalam upaya melawan saingan politik.

BACA JUGA :  PAN Minta Kursi Ketua DPR Jatah Pemenang Pemilu

Terkait kabar pelaku perusakan tersebut sudah tertangkap. Berdasarkan pengakuannya, perbuatannya dilakukan atas perintah salah satu kader partai politik peserta pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini menilai, baiknya dibuktikan terlebih dahulu di pengadilan. Ia meminta agar tidak melakukan tuduhan seperti yang disampaikan oleh pelaku.

“Itu bisa saja bentuk rekayasa. Jadi biar proses hukum berjalan apa adanya,” tegas Jimly.

Ia memandang, ada dua kemungkinan dalam proses hukum terhadap pelaku perusakan baliho tersebut.

“Bisa masuk kategori pidana atau bukan. Kalau pidana, ada dua kemungkinan juga, ada pidana umum dan ada pidana pemilu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan tidak ada kadernya yang terlibat perusakan baliho Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat di Riau.

BACA JUGA :  Salahkan SBY, Demokrat : Sikap PDIP Aneh dan Menggelikan

“Selaku sekjen, saya menjalankan perintah Ketua Umum untuk menjaga disiplin anggota dan kader Partai. Kami ini Partai yang berdisiplin. Jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan,” kata Hasto.

Hasto melanjutkan, partainya mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan Pemilu 2019. Termasuk yang dilakukan dengan cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye Parpol lain. “PDI Perjuangan tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Kami selalu di ruang terbuka. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut partai lain. Apalagi Demokrat,” tandasnya.[Tp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini